Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Next Video

2020 Jadi Ajang Misi Balapan ke Mars

Bulan Juli kemarin tiga negara besar Uni Emirat Arab, Amerika dan China meluncurkan timnya ke Mars. Misi balapan ke Mars ini bertujuan untuk menemukan potensi kehidupan di sana. Tapi kenapa sih mereka masing-masing melakukannya di bulan Juli 2020, apa lagi sedang menghadapi Covid-19 kaya gini?

Covid ternyata gak menghalangi misi balapan ke Mars. Bulan Juli menjadi momen terbaik para penjelajah antariksa menuju Planet Merah tersebut. Soalnya pada waktu ini orbit Mars dengan bumi mengitari matahari lagi saling berdekatan. Sehingga, potensi penjelejah mencapai plantet tersebut lebih tinggi.

Untuk mencapai Mars gak mudah karena jarak yang cukup jauh dari Bumi. Sebagai contoh, jarak terjauh orbitan antara Mars dan Bumi mencapai 410 juta kilometer. Bulan Juli kemarin jaraknya sangat dekat, hanya 60 juta kilometer. Para penjelajah antariksa menyebutnya sebagai 'jendela peluncuran' atau celah buat mencapai planet Mars.

Celah ini penting buat misi balapan ke Mars. Menurut perhitungan para ilmuwan antariksa jendela ini paling efisien kalau mau terbang ke Mars. Roket yang diterbangkan penjelalajah itu sangat berat dan cepat. Dua kombinasi gerak ini mengakibatkan bahan bakar jadi boros. Jadi, perlu perhitungan yang efisien biar sampai sana, gak mungkin kan ke pom bensin atau sejenisnya di tengah perjalanan?

Ketika roket sudah dekat dengan planet Mars itu juga gak langsung masuk ke atmosfer. Roket yang berisi robot perekam data akan muter-muter planet lebih dahulu untuk mengambil data lapisan atmosfer Mars. Selain nyari celah masuk juga untuk laporan di Bumi.

Para penjelajah biasanya mengambil data tentang lapisan atmosfer, cuaca dan semacamnya. Kalau sudah mendarat baru bisa mengambil data tanah dan kandungan air (jika memang ada).

Sejauh ini gak banyak yang mendarat di dataran planet Mars. Dari sekian banyak misi balapan Mars baru Amerika, Soviet, India dan Eropa yang bisa daratkan roket. Semua misi juga hanya 40% yang berhasil. Jadi banyak gagalnya juga.

Reporter CNN, James Griffiths sempat menuliskan misi balapan Mars ini ada dugaan persaingan politik. Mereka yang berhasil mencapai Mars dianggap sebagai negara paling inovatif dan kuat.

TAG: teknologi, ilmu pengetahuan, planet mars, bumi, antariksa, politik, amerika, china, nasa

LATEST