Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#teknologi

Sering Menggunakan HP Untuk Tethering? Ketahui Beberapa Risikonya!

Banyak di antara masyarakat yang sering menggunakan HP untuk tethering tanpa mengetahui dampak negatif di baliknya.

Edo Juvano  |  

Pandemi bikin sejumlah masyarakat terpaksa bekerja, belajar, dan kegiatan-kegiatan lainnya dari rumah. Masalahnya, tidak semua rumah punya fasilitas WiFi atau modem internet. Maka dari itu, demi kebijakan ini, banyak di antara masyarakat yang mengakalinya dengan sering menggunakan HP untuk tethering.

Photo by Franck on Unsplash
Photo by Franck on Unsplash

Akan tetapi, akal-akalan ini tentunya memakan risiko yang gak sepele. Banyak masyarakat yang belum mengetahui dampak jika HP terus menerus dijadikan modem internet, salah satunya adalah potensi HP yang akan bisa cepat rusak.

Sebagian besar HP yang terhubung ke jaringan seluler untuk mengakses internet dapat berbagi koneksi atau juga yang sering disebut fitur tethering. Fitur ini memungkinkan pengguna HP menghubungkan saluran internet miliknya ke ponsel milik orang lain.

Pengatur perangkat yang terhubung ke jaringan seluler dan penambatan koneksi terdapat pada bagian hotspot seluler. Ada pengaturan di perangkat HP yang memungkinkan pengguna untuk memberi nama koneksi dan menetapkan kata sandi yang nantinya diberikan kepada orang lain sehingga mereka dapat menghubungkan ponsel mereka.

Bagaimana Tethering Bisa Berbahaya?

Meski fitur ini memudahkan pengguna ponsel di sekitar Anda yang membutuhkan koneksi internet tanpa harus membeli kuota, namun fitur ini mengandung sejumlah risiko. Berikut kerugian yang bisa dihasilkan dari tethering.

Baterai HP Akan Lebih Cepat Habis

Hal ini mungkin rasanya tidak terlalu berbahaya, tapi jika HP digunakan untuk tethering terus menerus dan jadi andalan lingkungan sekitar saat ada yang tidak memiliki kuota internet, lama-lama HP Anda bisa mengalami masalah serius.

Photo by Frederik Lipfert on Unsplash
Photo by Frederik Lipfert on Unsplash

Saat HP menjadi router WiFi, dibutuhkan lebih banyak daya untuk melayani akses terhadap apa pun yang orang lain gunakan saat menambat koneksi. Baterai ponsel Anda mungkin bisa bertahan seharian dalam keadaan normal, tapi jangan harap bisa bertahan lebih dari satu jam saat dipakai untuk tethering.

Satu hal yang perlu diperhatikan: Ketika cepat habis, baterai jadi sangat panas bahkan untuk berada di dalam saku. Jika dibiarkan begitu, bukan tidak mungkin baterai sewaktu-waktu sudah tidak bisa menahan panas di dalamnya dan akhirnya meledak.

Kuota Berkurang Drastis

Buat yang Anda pernah membagikan password hotspot ke temen-temen, pasti kalian pernah ngerasain koneksi internet tiba-tiba lemot, eh tau-tau pas dilihat ada banyak yang ternyata lagi terkoneksi ke HP Anda.

Boleh jadi password tadinya cuma diberikan ke satu orang dan minta mereka buat gak ngasih tau ke orang lain. Kemudian mereka ngomong ke temannya dan berpikir, “Yaelah, cuma nambah satu orang mah gak masalah,” dan akhirnya password tersebut diberikan kepada orang lain, terus berlanjut sampai orang-orang selanjutnya.

Coba bayangin itu terjadi pada ponsel Anda. Bayangin Anda cuma punya paket data 5GB, tetapi 5 orang yang minta tethering lagi buka Instagram, nonton YouTube, atau streaming Netflix. Gak nyampe satu jam pasti kuota Anda sudah habis.

Informasi Bisa Disadap

Saat seseorang tethering ke ponsel Anda, akses otomatis tersedia dan mungkin saja data dalam ponsel tidak terproteksi dengan aman dan terbuka untuk diserang oleh orang yang minta tethering tadi. Jika Anda seorang pemilik bisnis, Anda bisa saja kehilangan data dari kantor.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Cara tethering dengan aman....

Cara Menambatkan ke Perangkat Seluler Anda dengan Aman

Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat tethering, ada baiknya memperhatikan hal-hal kecil seperti berikut.

Pertama, gunakan tethering hanya ketika diperlukan. Jika bisa memisahkan kebutuhan dan keinginan, mungkin Anda bisa menyimpulkan bahwa tethering hampir tidak pernah diperlukan. Misalnya, tethering saat harus segera mengabarkan seseorang tentang suatu hal yang bersifat darurat.

Photo by Stephen Phillips - Hostreviews.co.uk on Unsplash
Photo by Stephen Phillips - Hostreviews.co.uk on Unsplash

Kedua, hanya izinkan kuota Anda dipakai oleh orang yang dipercaya. Perlakukan password hotspot Anda seperti nomor kartu bank serta PIN Anda. Jika demikian, memberi hotspot ke orang lain seharusnya tidak semudah itu.

Ketiga, batasi jumlah waktu yang Anda izinkan untuk tethering. Jika seseorang perlu tether untuk mengirimkan laporan ke atasannya, beri tether, dan pantau ketika ia mengirim email laporan, kemudian matikan tethering.

Keempat, jika fasilitas ponsel mendukung, batasi akses ke perangkat yang diizinkan saja.

Kelima, jika Anda mengizinkan tethering lebih lama dari yang diperlukan, perhatikan perangkat apa saja yang terhubung. Jika tidak mengenalinya atau terlalu banyak, segera tutup hotspot seluler Anda.

Keenam, jangan gunakan password yang sama untuk tethering lebih dari sekali. Jika Anda telah mengizinkan seorang teman untuk tethering satu kali, mereka bisa saja langsung terkoneksi pada saat mengetahui bahwa hotspot ponsel Anda masih menyala.

Add comment
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation