Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#teknologi

Bioteknologi Dalam Kehidupan Manusia

Tanpa kita sadari makanan hasil fermentasi yang kita santap sehari-hari, seperti tempe dan es krim merupakan produk yang termasuk hasil dari proses bioteknologi.

KONTRIBUTOR OPINI  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Tanpa kita sadari makanan hasil fermentasi yang kita santap sehari-hari seperti roti, keju, mentega, tempe dan oncom, lalu tape, kecap bahkan es krim dan nata de coco ternyata merupakan produk yang termasuk hasil dari proses bioteknologi.

Produk bioteknologi konvensional.
Produk bioteknologi konvensional.

Apa itu Bioteknologi?

Nah, bioteknologi berasal dari bahasa latin, yang terdiri dari tiga kata, yaitu bios berarti hidup, tekno berarti penerapan dan logos berarti ilmu. Bioteknologi bisa diartikan sebagai suatu teknik modern melalui transformasi biologi, yang mampu mengubah bahan mentah menjadi suatu produk yang berguna atau bermanfaat bagi manusia.

Bioteknologi merupakan salah satu dari 74 cabang keilmuan yang ada dalam ilmu biologi. Ilmu biologi memang memiliki cakupan yang sangat luas karena terdapat banyak cabang keilmuan yang bisa kita pelajari untuk menghasilkan suatu produk bagi kesejahteraan kehidupan manusia.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Ciri-ciri produk bioteknologi

Ciri Bioteknologi

Agar bisa disebut sebagai produk hasil proses bioteknologi maka produk ini memiliki ciri sebagai berikut:

1. Produk tersebut harus menggunakan makhluk hidup dalam proses pembuatannya. Mahluk hidup yang dimaksud adalah bakteri, jamur, hewan, dan tumbuhan. Namun biasanya yang paling sering digunakan dalam bioteknologi adalah mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.

2. Proses pembuatan produk harus menggunakan ilmu yang mendukung proses bioteknologi, seperti: ilmu mikrobiologi, biokimia, biologi molekuler, genetika, enzimologi, ilmu pangan, rekayasa teknologi pangan, dan rekayasa biokimia.

Jenis Bioteknologi

Sebenarnya, penerapan bioteknologi sudah dikenal sejak lama. Sejak ribuan tahun lalu manusia telah menerapkan teknik sederhana dari bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ada dua macam bioteknologi yang dikembangkan manusia, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

HALAMAN SELANJUTNYA next page
Bioteknologi konvensional

Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional terbatas pada peran mikroorganisme melalui proses fermentasi dalam skala kecil dan proses pembuatannya masih sangat sederhana. Bioteknologi sederhana ini sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu, diantaranya adalah :

Pada 8000 Sebelum Masehi (SM) sudah dimulai pengumpulan benih untuk ditanam kembali. Dimana bangsa Babilonia, Mesir, dan Romawi telah melakukan praktik pengembangbiakan selektif (seleksi artifisial) untuk meningkatkan kualitas tanaman maupun ternak.

Seleksi artifisial artinya seleksi buatan atau disebut juga pembiakan selektif, yaitu proses di mana manusia membiakkan hewan maupun tanaman secara selektif untuk mengembangkan sifat fenotipik (karakteristik) tertentu sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

Lalu pada 6000 SM banyak warga di Babilonia dan Sumeria membuat bir, fermentasi anggur, membuat roti, membuat makanan semacam tempe dengan bantuan ragi. Sementara pada 4000 SM orang Tionghoa membuat yogurt dan keju dengan bakteri asam laktat, lalu orang Mesir telah mahir membuat adonan kue asam.

Tonton juga:

Warga desa ini bisa hemat elpiji, karena manfaatkan gas alam untuk kegiatan sehari-hari.

Memasuki tahun 1500 para peneliti sudah melakukan pengumpulan tumbuhan di seluruh dunia Pada tahun 1665 adanya penemuan sel oleh Robert Hooke (Inggris) melalui mikroskop.

Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015) seperti dikutip dari laman Kompas, disebutkan bahwa pada tahun 1800 Nikolai I. Vavilov menciptakan penelitian komprehensif tentang pengembangbiakan hewan dan di tahun 1880 mikroorganisme ditemukan.

Sedangkan di tahun 1856 Gregor Mendel mengawali genetika tumbuhan rekombinan dan di tahun 1865 Gregor Mendel menemukan hukum hukum dalam penyampaian sifat induk keturunannya.

Baru pada tahun 1919 Karl Ereky, insinyur Hongaria, yang pertama menggunakan kata bioteknologi. Semakin maju, di tahun 1970 Peneliti di AS berhasil menemukan enzim pembatas yang digunakan untuk memotong gen gen.

Lalu di tahun 1975 Metode produksi antibodi monoklonal dikembangkan oleh Kohler dan Milstein dan pada 1978 para peneliti di AS berhasil membuat insulin dengan menggunakan bakteri yang terdapat pada usus besar. Kemudian pada 1980 insulin diproduksi dan juga obat lain.

Bioteknologi terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Selain adanya pembuatan keju, roti dan lainnya, kini juga adanya pemanfaatan tanaman dengan menghasilkan varietas-varietas baru dibidang pertanian dan reproduksi hewan.

Sementara pada bidang medis dengan adanya penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin juga mengalami perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Nah, dengan alat bioreaktor ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat diproduksi secara massal.

Bioteknologi Modern

Sementara pada bioteknologi modern disinilah mulai diterapkannya prinsip genetika, biokimia, dan biomolekuler. Prose bioteknologi jenis ini menggunakan mikroba atau makhluk hidup hanya sebagai agen. Maka dari itu bioteknologi modern membutuhkan perlengkapan yang modern dan canggih dalam proses pembuatannya.

Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi seperti rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker maupun AIDS.

Sedangkan penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sedia kala.

Sementara bioteknologi modern di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih baik dibandingkan tanaman biasa, sekaligus lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan.

Tak hanya itu, penerapan bioteknologi saat ini juga bisa dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Misalnya saja penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.

Vey Kresnawati

Kontributor Opini

Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation