Dari Ambarawa Hingga Singapura | Opini.id

Dari Ambarawa Hingga Singapura

Deasy Esterina adalah pendiri Kreskros.id yang memproduksi tas bermerek kreskros yang terbuat dari limbah plastik di Ambarawa, Jawa Tengah. Deasy menggunakan sisa-sisa plastik dari pabrik benang kemudian dibuat tas berdesain modern. Begitulah Deasy Esterina (27) mulai mencanangkan bisnis tas dengan gerakan sosial pada pertengahan tahun 2016. Hal ini dilakukan agar bisnisnya berkesinambungan dan berdampak sosial bagi publik. Sebelumnya di tahun 2014 Deasy pernah berpartisipasi dalam acara Surabaya Design It Yourself dengan memproduksi tas dari sisa-sisa limbah. Tas produksinya ini banyak diburu pembeli. Ini yang menjadi cikal bakal usaha tas KresKros Tak sembarangan limbah plastik digunakan Deasy untuk memproduksi tas Kreskros. Meski konsep tasnya menggunakan bahan daur ulang, Deasy dan timnya tetap menggunakan limbah plastik yang bersih dan tidak tercemar sampah. "Biasanya kami menggunakan sisa-sisa plastik dari pabrik benang dan pakaian wanita. Plastik yang kami gunakan saat ini plastik HD nomor 4 yang bisanya dipakai untuk plastik kresek," kata Deasy pada Swa. Untuk sekali belanja bahan baku, Deasy bisa memasok 1,5 ton sampah plastik untuk produksi. Untuk proses produksi, Deasy dibantu 10 pegawai dan setiap bulannya bisa menghasilkan 60-120 tas. Untuk desainnya sendiri langsung ditangani oleh Deasy, sedangkan untuk proses produksi seperti proses pembersihan sampah plastik sampai merajut dilakukan oleh pegawainya. Harga jual tas daur ulang Kreskros mulai dari Rp350 ribu sampai Rp2 juta per tas. Dalam mengolah limbah sampah plastik menjadi tas kreskros, Deasy tidak main-main atau sekadar menjahitnya begitu saja. Dia memilih mendesain khusus, memadukan dengan bahan lain seperti kulit, kanvas, lurik, dan bahan lainnya. Dia juga memilih teknik merajut untuk mengolah sampah plastik yang kemudian dipadukan dengan bahan lain untuk dijadikan tas atau dompet. Produk Kreskros kini mulai mendapatkan perhatian dari para pencinta mode. Banyak yang tidak menyangka produk Kreskros terbuat dari limbah sampah. Banyak generasi muda yang menggemari produk tas dan dompet buatan Deasy ini. Bak gayung bersambut, bisnis Deasy kian berkembang. Produk Kreskros banyak diminati pasar internasional. Negara-negara seperti Belanda, Singapura, Amerika, dan Australia adalah tujuan ekspor tas Kreskros. Untuk dalam negeri sendiri, kota-kota besar seperti Jakarta dan Semarang selalu menantikan produk tas Kreskros. Tak hanya itu, dia juga banyak menggunakan media digital dalam memasarkan produknya. Berbagai bazar produk kerajinan di Jakarta, Solo, Semarang, dan Singapura juga diikutinya untuk memasarkan karyanya. Semoga semangat dan perjuangan Deasy menjadi teladan bagi generasi muda saat ini.

Komentar
Fresh