KTP Penghayat Kepercayaan Diakui | OPINI.id

KTP Penghayat Kepercayaan Diakui

Penganut kepercayaan sekarang sudah diakui negara. Bonie Nugraha Permana jadi warga Bandung pertama yang kolom agama di KTP-nya berisi Kepercayaan Terhadap Tuhan YME. Bonie dan keluarganya adalah penganut kepercayaan Akur Cigugur di Kota Bandung, Jawa Barat. Sejak lama ia sudah menganut kepercayaan tersebut dan hidup bersama status agama di KTP dengan agama lain. Ia terpaksa cantumkan agama yang diakui negara untuk memudahkan administrasi kewarganegaraan.

Menurut Ketua Presidium Maljelis Luhur Kepercayaan Indonesia ini warga negara penganut kepercayaan ini memiliki banyak kendala dalam administrasi. Banyak dari mereka yang tidak bisa menjadi TNI, POLRI atau ASN karena kolom agama yang kosong. Bonie sendiri telah terbiasa alami diskriminasi di masyarakat. Ia dan keluarganya sering dicap ateis dan anti-Pancasila karena kepercayaannya yang tidak tercantum di KTP. Ia sendiri berharap pendataan ini bisa memudahkan penganut dalam berkewarganegaraan.

Disdukcapil Kota Bandung memang sudah melayani penghayat kepercayaan untuk mengisi kolom agama. Sejak diputuskan Keputusan MK Nomor 97/PUU-XIV/2016 MK menyatakan kata "agama" dalam pasal 61 ayat (1) dan Pasal 64 (1) UU Nomor 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak termasuk "kepercayaan". Kepala Disdukcapil Kota Bandung Popong W. Nuraeni pihaknya siap melayani penghayat kepercayaan setelah ada perintah dari pusat. Semua sistem juga blangko udah siap dicetak selama penghayat ajukan perubahan. Prosedurnya pun gak terlalu ribet, warga tinggal bawa KK serta surat pernyataan dari komunitasnya.

Komentar
Fresh