Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Next Video

Kerja Keras Kubur Pasien di Pondok Ranggon

Sebelum pandemi COVID-19, penggali kubur Junaedi Bin Hakim biasanya pulang kerja pada pukul 3 atau 4 sore. di ibu kota Indonesia, Jakarta. Namun, ketika infeksi virus corona dan kematian melonjak di kota, begitu pula penguburannya. Ia setiap hari kerja keras kubur pasien. Itu sebabnya Junaedi yang setiap hari berangkat kerja sekitar pukul 06.30, pulang sekitar pukul 23.00 hari-hari ini, mengkhawatirkan keluarganya.

Bekerja sepanjang waktu dengan 20 anggota tim lainnya di pemakaman Pondok Ranggon di Jakarta, Jakarta, Junaedi mengatakan mereka harus menyiapkan hingga 40 lubang kuburan dalam satu hari dibandingkan dengan hanya 10 lubang sebelum pandemi virus corona.

Kemungkinan tertular virus yang sangat menular tersebut membuat orang-orang tercinta dan tetangga Junaedi merasa khawatir, terlebih di saat maraknya infeksi virus corona mendorong pemerintah Jakarta untuk menerapkan kembali pembatasan sosial skala besar untuk memperlambat penyebaran dan membantu rumah sakit mengatasinya.

Namun, hal tersebut tidak menghalangi Junaedi. “Saya bersyukur bisa terlibat dalam penanganan pemakaman korban COVID-19 mungkin dengan cara ini saya bisa membantu sesama,” kata si Penggali Kubur.

Jakarta sendiri telah melihat rata-rata lebih dari 1.000 kasus harian baru bulan ini, lebih dari dua kali lipat rata-rata pada paruh pertama Agustus, data kementerian kesehatan menunjukkan.

Pakar epidemiologi seperti Pandu Riono percaya bahwa vaksin tidak akan menjadi solusi akhir dari semua masalah virus corona di Indonesia.

"Menurut saya, vaksin tidak dapat dianggap sebagai solusi jangka pendek, yang dapat mengatasi pandemi dan membantu memulihkan masalah ekonomi, tidak mungkin. Kita tidak boleh tertipu dengan anggapan bahwa ada cara mudah untuk melakukannya. mengatasi pandemi, ”kata Riono.

LATEST