Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Next Video

Perlu Gak Sih Kode Etik Influencer?

Ketua Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia ( Mafindo) Septiaji Eko Nugroho menganggap perlunya kode etik influencer. Kata dia, banyak influencer yang tak paham kode etik atau cara bagaimana menggunakan pengaruhnya untuk mengedukasi masyarakat.

Padahal kata dia, influencer punya tanggung jawab saat membuat dan memposting konten. Menurut Septiaji, fungsi dari kode etik itu nantinya mirip dengan kode etik jurnalis bagi para wartawan.

Secara pengertian, kode etik adalah merupakan suatu bentuk aturan tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan dapat difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik.

Dengan begitu, saat kode etik influencer sudah dijalankan, mereka tak lagi hanya sebatas menghapus konten atau minta maaf saat ada kesalahan pada kontennya. Tapi juga harus menjelaskan kesalahan tersebut.

Belum lama ini, influencer sekaligus musikus Anji atau duniamanji menuai kritikan publik terkait sikapnya terhadap Covid-19. Dalam salah satu postingannya, Anji mengatakan bahwa Covid-19 tak semengerikan yang diberitakan oleh media. DIa juga mempermasalahkan foto jurnalistik tentang mayat penderita Covid-19 yang dibungkus plastik.

Terakhir, Anji mengajak Hadi Pranoto, orang yang dia anggap sebagai profesor. Dalam wawancara yang ditayangkan di kanal youtube duniamanji, Hadi mengklaim telah menemukan obat herbal yang bisa mencegah Covid-19. Klaim itu diragukan banyak pihak bahkan Anji dan Hadi dilaporkan ke kepolisian.

RECOMMENDATION