Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Next Video

Menjaga Kesenian Talempong

“Tung... Tung... Tung..” suara talempong yang dipukul menggema ke penjuru desa Nagari Sungai Puar, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Suara tersebut berasal dari bangunan semi permanen beratap rumbia, bengkel dari pengrajin talempong. Ditemani kepulan asap, pengrajin menyetel nada talempong dengan mengetuk bagian dalam talempong menggunakan palu dan kayu untuk menyesuaikan nada dasar.

Kawasan Nagari Sungai Puar merupakan sentra bengkel pembuatan talempong, alat musik perkusi tradisional dari Minangkabau.

Talempong, bentuknya membulat hampir sama dengan instrumen bonang dalam perangkat gamelan, namun memiliki bunyi yang unik khas Minangkabau.

Diameternya 15 sampai 17,5 centimeter. Bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter lima centimeter sebagai titik untuk dipukul.

Talempong memiliki nada yang berbeda-beda. Bunyinya dihasilkan dari sepasang kayu yang dipukulkan pada permukaannya.

LATEST