Jangan Panik Karena Corona | Opini.id
Next Video

Jangan Panik Karena Corona

Pasca ditetapkan dua WNI mengidap virus Corona oleh pemerintah, masyarakat langsung menyerbu supermarket. Alasan mereka untuk menjag bahan baku yang bebas dari kontaminasi sebelum virus tersebut menyebar ke produk-produk makanan lewat interaksi manusia. Tak hanya itu, masker juga jadi buruan masyarakat. Stoknya tiba-tiba habis dipasaran dan harganya melonjak tinggi.

Ini merupakan salah satu bagian dari kepanikan yang terjadi di masyarakat. Bisa jadi perilaku kepanikan akan lebih parah setelah dua orang di Depok, Jawa Barat dilaporkan terjangkit COVID-19.

Harusnya kita gak perlu panik menghadapi wabah dari COVID-19. Virus ini memang gampang menular namun tidak semengerikan seperti yang dibayangkan pada umumnya.

Nyatanya virus persentase rata-rata kematian dari wabah Corona jauh lebih sedikit dibandingkan MERS dan SARS yang masih sodaraan. Corona hanya sekitar 3,4% dari keseluruhan peristiwa. Sedangkan MERS dan SARS 25% dan 10%.

Tapi kita musti waspada, jangan sampai merespon wabah secara membabi buta apa lagi sampai sebar kabar hoax. Yang penting tetap jaga selalu kesehatan dan menjaga badan tetap fit agar virus tak mudah menyerang. Cuci tangan setelah melakukan aktivitas di luar ruangan atau tempat yang padat. Serta pahami gejala penyakit dan langsung periksa ke dokter jika gejala makin parah.

Fresh