Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Next Video

Revitalisasi Monas Gak Dibutuhkan

Revitalisasi Monumen Nasional yang digagas oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta munculkan sejumlah kontroversi. Dari awal pembangunan reaksi publik sudah kontra dengan perbaikan Monas yang telah menebang sejumlah pohon di kawasan cagar budaya tersebut.

Prasetyo Edi Marsudi, Ketua DPRD DKI Jakarta adalah salah satu yang menentang proyek Pemprov ini. Ia mengatakan proyek revitalisasi terobos izin yang sudah ditetapkan. Izin yang dimaksud oleh anggota dari Fraksi PDIP ini yaitu Keppres 25 Tahun 1995.

Isi Keputusan Presiden tersebut Monas sebagai Kawasan Medan Merdeka dilindungi langsung oleh Kementerian Sekretaris Negara. Perbaikan atau intervensi yang dilakukan musti atas dasar izin Sekretaris Negara.

Selain itu, Walhi dan sejumlah aktivis lingkungan tidak setuju bila wilayah Monas dekat dengan Balaikota itu akan dijadikan plaza. Karena akan mengorbankan 190 pohon yang selama ini menghijaukan Jakarta. Mereka menyinggung upaya Pemprov dalam revitalisasi Monas sama saja kurangi Ruang Terbuka Hijau di Jakarta yang sedikit.

Sekarang ini RTH di Jakarta hanya 9,8% dari seluruh wilayah Jakarta, termasuk di Monas. Padahal minimal RTH Jakarta ideal untuk tata kota 30%.

Pengamat Tata Kota, Nirwono Joga juga ikut membantah proyek senilai Rp 150 miliar ini. Selain mengurangi RTH, Nirwono berpendapat Monas sebagai cagar budaya harusnya fokus pada pengembangan kualitas infrastruktur. Langkah ini sebagai bentuk pelestarian Monas sebagai cagar budaya. Revitalisasi ini tidak cocok karena mengubah bentuk dan konsep Monas seperti yang sudah direncanakan.

LATEST