Pengakuan Penyintas Kekerasan '65 | Opini.id
Next Video

Pengakuan Penyintas Kekerasan '65

Indonesia pada tahun 1965 mengalami perang saudara yang sangat besar. Masyarakat tanah air saling melakukan kekerasan hanya karena kesalahpahaman paham ideologi yang tren saat itu, komunis.

Tanggal 30 September 1965 terjadi sebuah peristiwa pembunuhan terhadap 5 orang jendral yang katanya didalangi oleh Partai Komunis Indonesia. Akibat peristiwa itu otoritas negara melarang PKI dan juga menyingkirkan anggotanya. Sebagian masyarakat yang menganut ideologi komunis disingkarkan dari kehidupan bermasyarakat maupun dunia. Hingga, terjadilah rantai kekerasan menimpa masyarakat sipil biasa.

Setelah peristiwa itu banya sekali temua korban kekerasan mencapai ratusan ribu orang. Tidak ada data yang pasti mengenai jumlah korban. Setiap instansi, peneliti dan media mempunyai perkiran jumlah masing-masing. Bahkan pemerintah kala itu mempunyai versi sendiri.

Gak hanya anggota dan simpatisan saja yang menjadi korban kekerasan. Ada juga masyarakat sipil biasa yang menjadi korban hanya karena dicap sebagai anggota PKI. Padahal mereka hanya warga biasa dan beberapa diantaranya memiliki aktivitas untuk memajukan masyarakat. Lantas bagaimana cerita asli dari masyarakat yang tertuduh paham komunis? Apakah mereka benar-benar anggota? Apakah mereka ingin menggulingkan pemerintahan yang sah saat itu?

Komentar
Fresh