Pabrik Korek Pencabut Nyawa | Opini.id
Next Video

Pabrik Korek Pencabut Nyawa

Polda Sumatra Utara masih mendalami kasus kebakaran pabrik korek gas di Desa Sambi Rejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, yang menewaskan 30 orang. Dari hasil penyidikan, polisi menduga pemilik pabrik sengaja mengunci pintu depan pabrik untuk mengelabui petugas pajak dan dinas terkait.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Atmaja bilang, dari hasil penyidikan, industri rumahan tempat perakitan korek gas tersebut sebenarnya tak memiliki izin. "Pintu selalu dikunci dengan alasan untuk menghindari pencurian oleh karyawan. Akses masuk keluar hanya melalui pintu belakang. Kami menduga ini untuk mengelabui petugas pajak atau dinas terkait soal perizinan," ujarnya.

Menurut Tatan, akses keluar masuk melalui pintu belakang untuk menipu petugas bahwa di rumah itu tidak ada aktivitas. Apalagi di belakang pabrik terdapat pagar tembok cukup tinggi sehingga menyamarkan aktivitas dalam pabrik.

Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka yakni pemilik perusahaan Indra Mawan, pemilik pabrik pemantik di Langkat yakni Burhan dan manajernya Lisnawati. Ketiganya ditahan di Polres Binjai.

Mereka diduga lalai memenuhi unsur keselamatan para pekerja. Bahkan pabrik tersebut juga tidak memiliki izin operasional.

Polda Sumut dan Polres Binjai bahkan menyegel tiga perusahaan lainnya untuk kepentingan penyidikan. Ketiga perusahaan yang disegel itu yakni perusahaan induk pabrik pemantik bernama PT Kiat Unggul dan beroperasi di daerah Diski, Kabupaten Deliserdang. Kemudian dua anak perusahaan lain yang berada di bawah naungan Kiat Unggul.

Komentar
Fresh