Emang Perlu PUBG Diharamin? | Opini.id
Next Video

Emang Perlu PUBG Diharamin?

MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) Aceh resmi fatwakan kalau PUBG dan game perang sejenisnya itu haram karena ngajarin kekerasan ke anak-anak. Emang benar ya, kalau anak jadi suka kekerasan gara-gara game? Studi terbaru yang dilakukan di Institut Internet Oxford ternyata malah menyangkal hal tersebut. Studi ini justru mengklaim bahwa agresi remaja tidak ada hubungannya dengan game yang mengandung kekerasan. Penelitian ini menggunakan pendekat yang berbeda dari para peneliti sebelumnya, karena ia mengumpulkan informasi penting bahwa perilaku agresi remaja berasal dari orang tua remaja. Para peneliti mengumpulkan informasi ini dengan meminta orang tua dari 2008 subjek untuk menilai tingkat perilaku yang agresif setelah bermain game, dan mereka juga mengisi kuesioner rutin yang menganalisis potensi perilaku kekarasan.
Meskipun Oxford menyebutkan ada beberapa aspek seperti percakapan sampah, trolling, serta persaingan yang dapat terjadi dala game yang memancin amarah, namun hal tersebut tidak terkait sama sekali dengan tingkat agresi remaja. Bahkan penelitian terbaru oleh Nature menyebutkan game malah sangat bermanfaat, karena dengan video game remaja dapat meningkatkan keterampilan kognitif.
Dengan bermain game secara teratur, pemain akan lebih cerdas dan menambah proses berpikir lebih cepat. Walaupun hal ini tidak menyelesaikan soal game dapat mempengaruhi agresi seseorang, setidaknya penelitian ini dapat membuktikan game bukanlah alasan yang tepat menjadi kambing hitam soal perilaku negatif seseorang nantinya. Lagian game itu sebenarnya kayak film, ada ratingnya. Jadi yang terpenting adalah pengawasan orang tua yang menentukan game mana yang boleh dimainkan sesuai umur anak.

Komentar
Fresh