Diskon Tarif Ojol, Apa Salah? | Opini.id
Next Video

Diskon Tarif Ojol, Apa Salah?

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berkomentar atas rencana pelarangan diskon tarif ojol oleh Kementerian Perhubungan. Menurut Sekretaris Harian YLKI Agus Suyatno, aturan spesifik yang akan terbit itu justru bikin bingung. “Ini jadi kontraproduktif kalau diskon diotak-atik. Kemarin ada tarif batas atas-bawah. Ini jadi ketidakpastian buat konsumen. Mau dibawa ke mana sih aturan ini,” katanya.

Kemenhub sebelumnya memang mengatakan pelarangan diskon tarif dilakukan untuk mengarahkan persaingan usaha menjadi lebih sehat. Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memang melihat kecenderungan serupa bahwa diskon tarif ojol ini dapat mengarah pada predatory pricing.

Nah, kalau predatory pricing tetap terjadi siapa yang dirugikan atau diuntungkan? Konsumen atau pengusaha?

UPDATE: Per Rabu (12/6/2019) malam, Kemenhub menarik rencana larangan diskon tarif ojol. Setelah konsultasi dengan KPPU, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi sebut, pemerintah tidak punya wewenang mengatur diskon. "Kalau bicara diskon kami terlampau jauh dari kewenangan KPPU. Kalau dari keduanya ada yang tidak fair dari persaingan usaha, nanti KPPU yang akan menyemprit,"  katanya.

Komentar
Fresh