Alasan Hoax Mudah Tersebar | Opini.id
Next Video

Alasan Hoax Mudah Tersebar

Mengapa begitu banyak kebohongan yang kita percayai meskipun sedikit sekali bukti pendukungnya? Dan mengapa upaya untuk menolaknya hanya akan membuat rumor itu semakin dipercayai? Ini bukan soal kecerdasan seseorang - bahkan pemenang Nobel pun pernah mempercayai teori-teori aneh. Namun, sebuah penelitian di bidang psikologi mungkin memberi jawaban, yang memperlihatkan bahwa begitu gampang untuk menciptakan rumor dan membuat otak percaya akan sesuatu. Salah satu penjelasannya karena manusia adalah makhluk yang 'kikir secara mental' - dari pada membuang-buang energi dan waktu, otak kita lebih memilih untuk mempercayai intuisi dibandingkan analisa.Berdasarkan penelitian terkini, Newman menyebut bahwa reaksi dan persepsi kita terhadap sesuatu, didasarkan pada lima pernyataan dasar:

Apakah fakta tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya?
Apakah orang lain mempercayainya?
Apakah cukup bukti untuk mendukungnya?
Apakah sesuai dengan apa yang selama ini saya yakini?
Apakah ceritanya menarik?
Namun, yang lebih penting, respon kita terhadap poin-poin di atas bisa saja dipengaruhi oleh detail-detail 'tidak penting' yang sama sekali tidak berhubungan dengan kenyataan.

Contohnya untuk poin pertanyaan apakah orang lain mempercayainya atau tidak, dan apakah sumbernya dapat dipercaya. Kita cenderung untuk mempercayai orang yang kita kenal. Ini berarti semakin banyak kita melihat orang dekat kita membicarakan suatu pernyataan, semakin kita mempercayai kebenaran pernyataan tersebut.

Fresh