Dakwah Kok Masih Diatur? | Opini.id
Next Video

Dakwah Kok Masih Diatur?

MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) tandatangani nota kesepahaman buat kontrol tayangan dakwah yang ada di TV. Katanya sih, biar tayangan dakwah ini bisa terkoordinasi dan kualitasnya bisa ditingkatkan.

Menurut Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI KH Cholil Nafis, mekanisme pemberian rekomendasi adalah dengan cara mendata seluruh penceramah yang mengisi di televisi. Kemudian akan diklasifikasi pada pengisi berpengalaman dan pengisi baru.

"Bagi yang sudah biasa mengisi di TV akan diundang untuk silaturrahim dan diminta berkomitmen untuk menjaga kualitas dakwah dan terkoordinasi dalam asosiasi da’i media TV," ujarnya seperti dilansir Kumparan. Namun, lanjut Cholil, bagi penceramah TV yang baru akan diundang untuk mengikuti orientasi di akademi dakwah guna memahami tentang wawasan ke-Islam-an, wawasan kebangsaan dan metode dakwah yang baik.

"Kemudian diminta komitmennya untuk dakwah yang mencerahkan dan berkomitmen kepada persatuan bangsa," tambahnya.

Cholil Nafis menegaskan bahwa program ini bagian dari sinergi antara para da’i guna menyatukan metode dakwah yang efektif (taswiyatul manhaj) dan mengatur langkah-langkah dakwah yang produktif (tansiqul harakah).

"Diharapkan para da’i di media TV dapat menyampaikan dakwah yang rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil’alamin)," tutup Cholil. Emang sih, tayangan dakwah ustaz itu jadi primadona di bulan Ramadan. Sayangnya, stasiun TV cenderung cuma kejar rating dan incar tawaran iklan dengan nayangin ustaz yang populer doang.

“Mereka cari yang sedang terkenal. Tampaknya tidak terlalu mempertimbangkan apakah ustaz tersebut memiliki perspektif kebangsaan atau tidak,” ujar Savic Ali, Peneliti Departemen Komunikasi dan Informasi PBNU seperti dilansir Tirto.

Kalau gini, emang benar kali ya tayangan dakwah ustaz di TV itu perlu dikontrol. Soalnya kemarin-kemarin banyak yang rusak gara-gara pada ditunggangi kepentingan politik dari pemilik stasiun TV. Udah waktunya dakwah ustaz dikembalikan pada tujuan aslinya.

Komentar
Fresh