Alfian Kuda Hitam Panjat Tebing | Opini.id
Next Video

Alfian Kuda Hitam Panjat Tebing

Atlet panjat tebing kita terus-terusan bikin bangga. Kali ini atlet asal Solo Alfian M. Fajri yang sukses gondol emas di ajang IFSC World Cup di Chongqing, Tiongkok. Bagi Alfian ini adalah medali pertamanya di IFSC World Cup dan membuatnya meraih gelar juara dunia. Sebelumnya, Alfian meraih medali emas pada Kejuaraan Asian di Kurayoshi, Jepang, pada November 2018 lalu. Menurut Alfian, kunci kemenangannya kali ini adalah perasaan yang lebih tenang dan rileks. Dia juga selalu berdoa agar diberi kelancaran selama bertanding.

Pada lomba kali ini, Alfian mengalahkan Kostiantyn Pavlenko dari Ukraina di laga final. Atlet asal Solo, Jawa Tengah, itu menorehkan catatan waktu 5,970 detik dan Pavlenko 6,315 detik. Medali perunggu diraih oleh Sergey Rukin dari Rusia dengan catatan waktu 6,808 detik. Rukin mengalahkan Zhong Qixin dari China, yang mengalami terjatuh dalam perebutan medali perunggu. Atlet Indonesia lainnya, Aspar Jaelolo gagal melaju ke perempat final setelah dikalahkan oleh Pavlenko, yang kemudian meraih medali perak. Pada babak perdelapan final, Aspar sedikit terpeleset sehingga catatan waktunya mengendur menjadi 6,286 detik. Pavlenko unggul 0,1 detik dengan catatan waktu 6,130 detik.

Pada babak perempat final, Pavlenko kembali mengalahkan atlet Indonesia, Fatchur Roji. Roji yang sempat unggul start justru terpeleset di tengah lintasan dan mencatatkan waktu 7,518 detik. Sedangkan, Pavlenko melesat dengan waktu 5,997 detik. Sementara itu, atlet putri andalan Indonesia Aries Susanti Rahayu gagal melaju ke babak semifinal. Aries dikalahkan oleh Anouck Jaubert dari Perancis dengan selisih waktu 0,029 detik. Aries menorehkan waktu 7,429 detik, sedangkan Jaubert 7,400 detik. Berbeda dengan Aries yang dijuluki Spiderwoman Indonesia, Alfian sebenarnya gak terlalu dijagokan. Gila ya, gak dijagoin aja bisa juara. Atlet kita emang pada jagoan, kuda hitam sekalipun gak bisa diremehkan.

Komentar
Fresh