Bayar Sekolah Pake Anyaman | Opini.id

Bayar Sekolah Pake Anyaman

TK di Tulungagung ini punya cara unik buat bantu orangtua siswa buat bayar uang sekolah. Orangtua siswa yang lagi nungguin anak mereka bersekolah dikasih kesempatan buat bikin anyaman dari bambu yang hasil penjualannya buat bayar SPP anak mereka. Kepala TK Creative, Imroatus, mengatakan kegiatan pembuatan kerajinan dari anyaman bambu tersebut merupakan salah satu program pemberdayaan yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Hasil kerajinan tersebut nantinya akan disetorkan ke sekolah untuk mendapatkan upah. "Nah, upah itulah digunakan untuk membayar SPP, kalau ada sisa bisa ditabung atau digunakan untuk kebutuhan rumah tangga," kata Imroatus seperti dilansir Detik

Upah yang diterima oleh orang tua siswa berbeda-beda, tergantung jenis kerajinan yang dikerjakan, sebab masing-masing kerajinan memiliki harga yang berbeda pula. Untuk anyaman pincuk dihargai Rp 1500 per buah, besek kecil untuk wadah sambal pecel Rp 1000/pasangnya, besek besar untuk tempat kue Rp 4 ribu/ buahnya. Sedangkan keranjang botol madu Rp 3 ribu/buah. "Setelah dipotong biaya bahan, ada yang dapat Rp 60 ribu, nah kalau misalkan dapat Rp 60 ribu nantinya yang Rp 40 ribu digunakan untuk bayar sekolah, sedangkan Rp 20 sisanya bisa dibawa pulang," ujarnya.

Ide pemberdayaan orang tua siswa tersebut awalnya terinspirasi masa kecilnya yang sering membantu orang tuanya untuk menganyam bambu. Dari situlah kemudian Imroatus mencoba menawarkan pada para wali murid, responsnya pun cukup bagus, mereka antusias untuk mengikuti kegiatan itu. "Sambil menunggu anak, orang tua bisa berkarya. Kami juga mempersilakan untuk dikerjakan di rumah masing-masing," imbuh Imroatus.

Aneka kerajinan berbahan dasar bambu tersebut selanjutnya dipasarkan melalui melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang ada di Kecamatan Ngantru, serta melalui reseller yang ada di luar kota.
Kini dari 69 murid yang ada di sekolahnya, 80 persen orang tuanya mengikuti program itu, sedangkan sisanya membayar menggunakan uang seperti biasa. Boleh juga nih, idenya kalau diterapkan di sekolah-sekolah lain. Biar siswa yang kurang mampu bisa terus bersekolah!

Komentar
Fresh