Larangan Senjata Di Selandia Baru | Opini.id
Next Video

Larangan Senjata Di Selandia Baru

Pasca penembakan yang terjadi di 2 masjid di kota Christchurch, New Zealand (NZ), pemerintah negara itu mengambil tindakan tegas. Melalui pernyataan resmi perdana menterinya Jacinda Ardern, NZ akan melarang senjata jenis semi-otomatis seperti yang dipakai pelaku aksi terorisme Brenton Tarrant itu. Semua senjata semi-otomatis yang digunakan selama serangan teroris pada Jumat (minggu lalu) akan dilarang di seluruh negeri," tegasnya.
Pengecualian berlaku untuk senjata api kaliber rendah seperti .22 yang biasa digunakan para petani untuk mengendalikan hama dan menjaga kesejahteraan binatang. PM Ardern meyakini bahwa senjata-senjata yang dipakai para petani tidak dirancang untuk digunakan dalam kengerian yang sama seperti di Christchurch. "Para pemilik senjata yang akan dilarang, saya tahu bahwa kebanyakan dari Anda akan bertindak sesuai hukum. Untuk mengakui hal itu dan untuk memberi insentif atas upaya penyerahan (senjata), kami akan menetapkan skema buy-back," sebut PM Ardern.
Pihak kepolisian untuk selanjutnya akan mulai menerima penyerahan senjata dari dari warga, namun diimbau agar warga menghubungi polisi terlebih dulu sebelum mendatangi kantor polisi setempat menyerahkan senjatanya. Bagi pihak-pihak yang tetap menyimpan atau bahkan menimbun senjata yang dilarang setelah periode amnesti berakhir, bisa terancam hukuman maksimum tiga tahun penjara atau hukuman denda maksimum NZ$ 4 ribu (Rp 38,5 juta). Meski begitu, pemerintah NZ tetap yakin kalau kebijakan bakal didukung oleh mayoritas warga negaranya. Emang sih, udah kelihatan banget kalau warga NZ itu punya rasa solidaritas yang tinggi. Salut!

Komentar
Fresh