Beda Cara Kerja Deodoran dengan Antiperspirant | OPINI.id
Beda Cara Kerja Deodoran dengan Antiperspirant

Banyak orang yang jadi malas beraktivitas di luar ruangan karena masalah keringat. Keringat bikin tubuh lengket dan kadang juga bau apek. Nah, saat kamu memiliki masalah bau badan pasti bakal mencari produk pengharum tubuh. Dari sekian banyak jenis, ada dua label yang bisa kamu temukan yaitu antiperspirant atau deodoran,  keduanya memang bisa menjaga tubuh tetap terasa segar.

Namun mungkin masih banyak orang yang kurang memperhatikan saat membeli kedua produk ini. Meski kedua produk ini memiliki fungsi yang sama untuk menghilangkan bau badan, tapi ternyata cara kerjanya berbeda. Perbedaan paling mendasar pada dua produk ini adalah, deodoran hanya membantu keringat di area ketiak agar tidak berbau menyengat, sedangkan antiperspirant menjaga agar ketiak tidak mengeluarkan keringat.

 

beautyjournal.com

Deodoran. Usai melakukan aktivitas diluar ruangan biasanya kamu akan berkeringat. Saat kamu beristirahat maka suhu tubuh akan normal kembali atau terjadi penurunan suhu. Nah, agar suhu tubuh bisa kembali normal maka tubuh akan mengeluarkan garam dan air yang dibawa oleh kelenjar ekrin.

Saat kelenjar ekrin mengangkut keringat, biasanya sering terjadi sekresi lemak dan protein sehingga menyebabkan tubuh menjadi bau akibat lemak dan protein bereaksi dengan bakteri. Saat inilah kamu bakal memerlukan deodoran untuk mengurangi bau tak sedap dari ketiak. 

Namun pemakaian deodoran juga harus diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi kulit ketiak. Beberapa formula ada yang bisa memicu iritasi. Jika setelah pemakaian deodoran, kulit jadi gatal, kemerahan atau menghitam, ini berarti kulit ketiak mengalami iritasi dan harus dilakukan perawatan.

Antiperspirant. Untuk antiperspirant sebaiknya jangan digunakan setiap hari. Pasalnya antiperspirant bekerja dengan menahan ketiak agar tidak berkeringat. Padahal keringat berfungsi penting membantu mengatur suhu tubuh dan membuang racun.

Seperti dilansir dari Female First, antiperspirant mengandung bahan-bahan seperti aluminium klorida, chlorohydrate aluminium dan aluminium zirconium. Ion aluminium akan membentuk penyumbatan sementara di saluran keringat, hingga menghentikan aliran keringat kepermukaan kulit. Hal ini menjadikan ketiak tetap kering, meski kamu beraktivitas di luar ruangan.

Tapi aluminium ini memiliki efek samping yang dapat menyebabkan peradangan kulit dan dapat memperburuk kondisi seperti biang keringat. Beberapa penelitian juga menemukan kaitan antara kanker payudara dengan penggunaan antiperspirant.

Tak hanya itu, bagi penderita gangguan ginjal, sebelum menggunakan produk antiperspirant ini disarankan untuk berkonsultasi dulu pada dokter. Lantaran kandungan aluminium dalam dosis besar yang digunakan berulang bisa memberikan akibat fatal bagi penderita gangguan ginjal.

Perlu kamu ketahui, terdapat dua jenis kelenjar keringat di sekujur kulit, dan keduanya sangat terkonsentrasi di daerah ketiak. Kelenjar ini umumnya akan mulai berkembang di usia pubertas, atau sekitar 11-12 tahun.

Kelenjar ekrin bertindak untuk mendinginkan tubuh saat sedang panas. Caranya adalah dengan mengeluarkan air dan garam, jadi tidak ada hubungannya dengan bau yang kita kenal sebagai bau asem. Kandungan utama dalam keringat adalah natrium klorida (bahan utama garam dapur) selain ada juga kandungan lainnya lain (yang mengeluarkan aroma) seperti 2-metilfenol (o-kresol) dan 4-metilfenol (p-kresol).

Sementara, hal yang menghadirkan bau ketiak atau bau badan adalah kelenjar apokrin yang mengangkut keringat yang mengandung sekresi lemak dan protein dari dalam tubuh kepermukaan tubuh. Nah, lemak dan protein inilah yang nantinya bereaksi dengan bakteri untuk menciptakan bau.

Bau badan atau bromhidrosis (disebut juga bromhidrosis, osmidrosis atau ozochrotia) adalah bau bakteri pada tubuh. Bakteri tersebut bertambah jumlahnya dengan cepat karena kehadiran keringat, tetapi keringat sendiri sebenarnya tidak berbau.

Tak hanya itu, tubuh kita juga memproduksi bau alami, salah satu bagian yang paling aktif dan produktif adalah pada bagian ketiak. Aroma yang diproduksi oleh ketiak disebut juga axillary body odor. 

Sekarang kamu tahu beda dan bahayanya, selama ini kamu pakai yang mana nih?
deodoran
antiperspirant
deodoran dari bahan alami
79 votes

Komentar

Fresh