Intoleransi Meningkat Sejak 212 Digaungkan, Benarkah? | OPINI.id
Intoleransi Meningkat Sejak 212 Digaungkan, Benarkah?

Bicara soal intoleransi, Indonesia sendiri adalah bangsa yang sangat bertoleransi. Mungkin nilai-nila toleransi luntur karena dinodai oleh politik yang dibungkus dengan agama. Saat ini, Indonesia sedang kembali intoleransi. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amin Mudzakkir beberapa waktu lalu menganalisa.

Intoleransi politik di Indonesia makin menguat setiap hari. Hal ini berdasarkan survei yang dibuat LIPI pada 4 Desember tahun lalu terhadap 1800 responden di seluruh Indonesia. Ada tiga faktor penyebab intoleransi semakin tumbuh. Pertama, karena muncul tingginya rasa terancam terhadap agama lain yang menyebabkan dis-trust.

Kedua tingginya fanatisma keagamaan yang berbanding terbalik dengan sekularitas. LIPI menemukan data bahwa meskipun 95,6 persen setuju dengan Pancasila tapi 49,5 persen setuju dengan perda syariah. Ketiga, intoleransi jadi tinggi karena dampak sosial. Salah satunya adalah media sosial yang bisa menumbuhkan fanatisme keyakinan.

Dan tidak bisa dipungkiri juga intoleransi di Indonesia muncul saat ribuan warga muslim pada 2 Desember 2016 lalu menuntut keadilan terhadap Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap telah menistakan agama Islam.  Meski sudah dipenjara, gerakan 212 seakan menjadi bayang-bayang tumbuhnya kenaikan intoleransi di Indonesia.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei nasional juga mengenai trenn persepsi publik soal demokrasi, korupsi, dan intoleransi. Survei ini dilakukan selama 1-7 Agustus 2018 dengan melibatkan 1.520 responden muslim dan non muslim. Menurut peneliti senior LSI Burhanudin Muhtadi, salah satu penyebab kemunduran demokrasi di Indonesia adalah kebebasan sipil. Salah satu ukurannya yakni apapun latar belakang agama, sosial, dan etnik, setiap orang sedianya mendapat peluang yang sama untuk menjadi pejabat publik atau menjalankan hak beribadah, berkeyakinan, dan berekspresi.

Setuju gak kalau aksi yang berbau keagamaan malah memunculkan intoleransi?
Setuju
Tidak setuju
150 votes

Komentar (2)

Fresh