OPINI.id | Delegasi Archipelageek 2019 Siap Pukau Dunia
Delegasi Archipelageek 2019 Siap Pukau Dunia

Ingin mengulang sukses di tahun-tahun sebelumnya, BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif) siap mengirim inovasi-inovasi terbaik dari anak bangsa dalam acara South by Southwest (SXSW). Keikutsertaan ini adalah untuk ketiga kalinya. Mengusung tema Archipelageek: Reach The Global Market, BEKRAF berharap para delegasi yang akan berangkat ke Austin, Texas, Amerika Serikat, bulan Maret 2019 nanti gak cuma tampil tapi juga berjaya di pasar global.

Kenalkan Inovasi Anak Bangsa pada Dunia

Tahun ini BEKRAF membawa serta 6 start-up, 1 brand fashion, 1 program musik, dan 1 musisi. 6 start-up ini adalah MTarget, Dicoding, Nodeflux, TeleCTG, Ars., Knok Percussion. Noore Sport Hijab jadi brand fashion asal Bandung yang bakal presentasikan design hijab sport mereka. Hello Dangdut jadi program musik yang akan diperkenalkan ke publik Amerika dan dunia. Sedangkan untuk musisi, yang tahun ini ikut berangkat adalah Dhira Bongs. “Dengan exposure (di SXSW) ini kita berharap market bisa lebih mengenal Nodeflux dan bisa networking juga,” kata Meidy Fitranto, CEO Nodeflux.

Nodeflux sendiri merupakan teknologi pengenalan wajah (face recognition) yang tersambung dengan jaringan CCTV dan sudah berpengalaman terlibat dalam even penting seperti Asian Games 2018 dan IMF-World Bank Group Annual Meeting di tahun yang sama. Beda lagi dengan Ars., platform global buat arsitektur interior dan produk rumah ini ingin agar teknologi AR dan VR mereka bisa dipakai di berbagai produk global. “Kita pingin tidak hanya Indonesia yang menggunakan teknologi buatan dari Amerika, tapi justru sebaliknya,” ujar Jonathan Aditya, CEO sekaligus Co-founder Ars.

Maksimalkan Potensi Ekraf Indonesia

Potensi ekraf (ekonomi kreatif) Indonesia emang gede banget. Tahun 2018 aja, PDB Ekraf diestimasi telah capai lebih dari Rp 1.000 triliun. Angka ini diperkirakan bakal naik sampai lebih dari Rp 1.200 triliun di 2019. Sedangkan total nilai ekspor di 2016 kira-kira ada di angka US$ 20 miliar dengan perkiraan peningkatan di angka US$ 21 miliar pada 2019. “Kita harus meningkatkan kontribusi ekspor kita dan itu tidak bisa kita hanya duduk-duduk di Indonesia, kita harus keluar, harus aktif berpartisipasi di festival-festival bergengsi,” ujar Triawan Munaf saat membuka acara press conference pelepasan delegasi Archipelageek 2019 yang diadakan di XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta pada hari Selasa (26/02/2019).

Siap Jadi ‘The Next Big Thing’

Rupanya inovasi anak bangsa di acara SXSW selalu dinanti oleh para pengunjung dan pegiat ekraf sedunia. “Selama kita berpameran disana, booth kita tuh hampir gak pernah sepi, selalu rame. Karena yang kita tawarkan memang sesuatu yang mereka tidak pernah tahu, masak dari jamur bisa jadi Mycotech,” kata Joshua Puji Mulia Simandjuntak, Deputi Pemasaran Bekraf. Mycotech emang jadi salah satu perusahaan lokal yang tembus pasar global berkat partisipasinya di acara SXSW tahun 2018 lalu berkat inovasinya menyulap limbah pertanian dan jamur jadi bahan bangunan.

Kenapa Archipelageek? Bekraf memandang konsep ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai ikon potensi bidang teknologi dan digital yang secara terus menerus menginisiasi berbagai produk aplikasi digital revolusioner. Archipelageek  sendiri  terinspirasi dari filosofi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia (archipelageek state).

Kamu setuju gak kalau inovasi anak bangsa itu yang paling gokil?
Setuju
Gak Setuju
2 votes

 

 

Komentar

Top Konten