Tetap Menjajah Walau Ada Hambatan Ekspor | OPINI.id
Tetap Menjajah Walau Ada Hambatan Ekspor

Siapa bilang industri kita terus dijajah sama asing? Faktanya justru merek lokal kita yang banyak jajah pasar luar negeri. Salah satunya ada Mayora Group yang banyak kuasai pasar Internasional. Gak cuma itu, Kemenperin (Kementerian Perindustrian) juga optimis dengan adanya industri 4.0 ini, ekspor makanan dan minuman kemasan bisa naik 4 kali lipat.

Potensi Besar Ekspor Produk Lokal

Pasalnya, Indonesia yang kaya komoditas ini mampu memasok produk -produk lokal bagi industri makanan dan minuman Internasional. Jokowi mencontohkan produk MAYORA yang mampu mengekspor ke lebih dari seratus negara di dunia. Bahan baku produk tersebut 100% merupakan hasil dari produksi lokal Indonesia. "Produk-produk yang diproduksi PT. Mayora ini adalah brand asli Indonesia yang menjajah hampir seratus lebih negara lain. Menjajah dalam artian masuk pasarnya. Bukan kita dimasuki, tapi kita memasuki. Ini yang penting," terang Jokowi di acara pelepasan kontainer ekspor Mayora ke-250 ribu di Bitung, Tangerang, Banten pada hari Senin (18/02/2019).

Jadi Kunci Kemajuan Ekonomi

Ekspor dianggap sebagai salah satu skema kunci perekonomian. Oleh karena itu regulasi terkait ekspor disederhanakan sehingga proses ekspor dapat dilakukan lebih cepat. Selain ekspor, Jokowi juga menyebutkan investasi sebagai kunci ekonomi. Investasi terus didorong dengan kemudahan terutama bagi industri berorientasi ekspor serta produk substitusi impor.

Di saat yang bersamaan, Kemenperin perkirakan dengan adanya Industri 4.0, ekspor makanan dan minuman lokal bisa naik 4 kali lipat dari biasanya. Apalagi negara kita yang kaya akan alamnya dan juga bahan mentah yang diperlukan Industri akan optimis dapat menjajah pasar Internasional.

Solusi Hambatan Ekspor

Rupanya kedatangan Jokowi ini bukan cuma buat apresiasi kejayaan ekspor Mayora, tapi juga buat dukung upaya Mayora tembus pasar Filipina. Yup, buat kamu yang belum tahu, Filipina punya kebijakan yang persulit produk kopi kita buat diekspor kesana karena terhalang pajak barang impor. Presiden Duterte menerapkan pajak ini sebagai bentuk ancaman perang dagang dari Filipina. Padahal sebelumnya pajak ini gak ada. Untungnya pemerintah RI udah lebih dulu menyederhanakan regulasi investasi yang berkaitan dengan barang impor sehingga ekspor bisa tetap berjalan sambil terus bernegosiasi dengan pemerintah Filipina. Semoga negosiasi ini berjalan lancar, deh!

Kamu setuju gak kalau ekspor itu jadi kunci kemajuan ekonomi suatu bangsa?
Setuju
Gak Setuju
3 votes

Komentar

Fresh