Sampah Bukan Cuma Urusan Gue! | OPINI.id
Sampah Bukan Cuma Urusan Gue!

Sampah Bukan Cuma Urusan Gue!

Sampah plastik sudah menjadi masalah bagi kita semua. Indonesia saja dicap sebagai penyumbang sampah terbanyak kedua di Indonesia, terutama sampah di laut. Tapi jangan terlalu jauh bicara sampah laut. Di lingkungan yang dekat dengan aktivitas kita saja banyak sekali sampah plastik mulai dari kantong kresek, sedotan dan pembungkus makanan.

Di wilayah DKI Jakarta saja sudah menyumbang sampah sekitar 7.000 ton sampah, termasuk sampah plastik. 1.200-1.300 truk bolak-balik dari Jakarta mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi. Dengan luas Bantar Gebang yang 110,3 hektar, aenumpakan sampah semakin lama kian padat.

Kasubdit Barang dan Kemasan KLHK Ujang Solihin akui, permasalahan sampah perlu diantisipasi. Ia menyebut sampah di Bantar Gebang bukan lagi tumpukan, tapi menjadi gunungan. “Sekarang Bantar Gebang sudah mencapai 30 meter tumpukan sampahnya, 10 meter lagi bisa saja darurat,” katanya di acara Trash Talk! yang diinisiasi Nara Kreatif.

Dengan jumlah sampah dan segala permasalahannya itu kita harus segera sadar. Tidak patut untuk saling menyalahkan satu sama lain. Banyak yang bilang semua salah pemerintah karena mereka kurang berperan aktif menangani masalah sampah.

Anggapan seperti itu dibantah oleh Founder Nara Kreatif Nezatullah Ramadhan. Ia mengatakan, sudah saatnya semua orang sadar dan melakukan sesuatu atasi sampah plastik. Di acara diskusi yang melibatkan komunitas, perusahaan dan pemerintah, Neza berpendapat, sampah adalah masalah kita semua. “Udah gak saatnya kita salah-salahin orang lain, lakukan aja yang kita bisa. Sekecil apapun dampaknya.”, kata Neza.

 

Deasy dan Nezatullah Pengisi Diskusi Trash Talk!

Berkolaborasi Atasi Sampah

Nara Kreatif bersama Kreskros, brand tas keren asal Ambarawa, berencana berkolaborasi atasi masalah sampah. Mereka bekerja sama mendaur ulang sampah plastik dan kertas menjadi barang kreatif siap pakai. “Kolaborasi memecahkan suatu masalah menjadi hal penting. Kalau kita lagi kebingungan, kita kan bisa minta tolong ke komunitas lainnya. Ini yang saya lakukan bareng Nara Kreatif salah satu bentuknya,” kata Deasy Founder Kreskros.

Deasy bercerita kolaborasi Nara Kreatif X Kreskros akan melibatkan ibu-ibu di salah satu kawasan Bogor. Ia pun rela datang dari Ambarawa ke Bogor untuk melatih dan sosialisasi produknya yang terbuat dari sampah plastik. Deasy berharap, manfaat gerakan ini tidak hanya dirasakan ibu-ibu, tapi bisa menular ke semua orang agar industri kreatif berkembang dan masalah sampah berkuang. Selama ini produksi tas Kreskros masih libatkan ibu-ibu di sekitar rumahnya di Ambarawa, Jawa Tengah.  Dalam satu bulan bisa memproduksi tas sekitar 50 unit, dimana dibutuhkan 100 kantong plastik untuk setiap produksi satu tas siap pakai.

Langkah kolaborasi dalam mengatasi sampah ini diapresiasi oleh Ujang. Ia bilang kegiatan ini dapat menyadarkan masyarakat untuk memanfatkan sampah menjadi produk yang dapat dipakai kembali.

“Apa yang mereka lakukan bukan cuma mengurangi sampah. Tapi lebih dari itu. Bisa menciptakan kohesi sosial, masyarakat bisa ngumpul untuk mengatasi sampah. Kalo kaya gitu mereka kan jadi sadar pemanfaatan sampah,” singgungnya di acara Trash Talk!.

Ke depan ia berharap gak cuma komunitas tertentu saja yang sadar akan sampah tetapi semua lapisan masyarakat bisa kontribusi mengatasi sampah di lingkungan sekitar.

Nara Kreatif sendiri merupakan kegiatan sociopreneur (wirausaha sosial). Didirikan oleh Nezatullah Ramadhan sejak tahun 2012. Fokusnya pada kegiatan mendaur ulang sampah, terutama kertas kantor tak terpakai, yang dikombinasikan dengan penyelesaian pendidikan anak-anak jalanan dan terlantar. Melalaui Nara Kreatif, Neza menyekolahkan anak-anak yang putus sekolah dari hasil jualan produk. Anak-anak uga diajari berbisnis di Nara Kreatif.

Gak terbatas pada anak-anak, Nara Kreatif akhirnya juga mengajak masyarakat yang putus sekolah untuk kembali merasakan pendidikan dengan sistem kejar paket A, B, atau C. Beberapa di antaranya adalah para petugas kebersihan (pasukan orange) di wilayah sekitar Nara Kreatif, di Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Komentar

Fresh