‘rethink’, Kampanye Perangi Sampah Plastik | OPINI.id
‘rethink’, Kampanye Perangi Sampah Plastik

Bertepatan dengan Hari Bebas Sampah Nasional pada Kamis (21/2), perusahaan start up yang bergerak di bidang permasalahan lingkungan Evoware meluncurkan kampanye kolaboratif bertajuk ‘Rethink’ di FLIX Cinema, PIK Avenue. ‘Rethink’ bertujuan membebaskan bumi dari sampah plastik, hasil kolaborasi Evoware dengan Campaign, dan FLIX Cinema.

rethink mempunyai target satu juta masyarakat Indonesia bisa mengurangi konsumsi plastik. Jadi, saat satu juta orang bisa berkomitmen dengan mengurangi satu plastik maka dapat mengurangi sampah sebanyak 170 juta kantong plastik, 362 juta sedotan plastik, dan 107 juta sedok/garpu berbahan plastik.

Tentu jumlah yang sangat sedikt jika melihat jumlah total penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta orang. Namun, rethink memiliki sudut pandang berbeda yakni membangun kebiasaan baik. Jadi mereka berharap kampanye ini dapat menularkan kebiasaan baik secara konsisten dan berkelanjutan, meski dari hal-hal yang kecil.

rethink menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan perorangan, komunitas, dan perusahaan yang ingin mewujudkan bumi yang bersih dan sehat untuk kelangsungan hidup umat manusia. Gerakan ini juga mengajak masyarakat untuk mengevaluasi kembali kebiasaan mereka yang cenderung merusak bumi, seperti membuang sampah sembarangan, menggunakan barang plastik, menggunakan kertas secara berlebihan, dan lain sebagainya. Ini sangat selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama untuk poin nomor 12 sampai dengan 15. Dengan adanya kegiatan tersebut masyarakat diharapkan akan mendapat pemahaman yang mendalam, namun melalui pengalaman sosial yang menyenangkan.

Ke depannya, rethink akan mengeluarkan produk-produk ramah lingkungan multifungsi, tentunya dengan tujuan agar masyarakat dapat menyadari bahwa ada material alternatif yang lebih baik untuk lingkungan dibandingkan plastik. Produk-produk tersebut di antaranya adalah sendok dan garpu kayu, sedotan bambu, sedotan kertas, sabun dengan bungkus yang terbuat dari rumput laut, serta tas belanja dengan tulisan “rethink plastic”. Semua produk tersebut juga dapat digunakan kembali, sehingga dapat mengurangi produksi sampah.

rethink juga berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta demi mengefektifkan kampanye  yang berlangsung hingga April 2019 ini. “Kita juga aktif mengampanyekan bahaya plastik dan berkolaborasi dengan berbagai sektor untuk melakukan kampanye kreatif seperti rethink,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Isnawa Adji.

Guna mendukung gerakan ini, FLIX Cinema berinisiatif mengurangi sampah plastik dengan beberapa cara. Contoh mengganti penggunaan plastik dengan kemasan ramah lingkungan, hingga memberi konsumen sejumlah potongan harga jika mereka menggunakan tumbler. FLIX juga mengajak konsumen untuk mengurangi sampah kertas dengan cara membeli tiket elektronik melalui aplikasi.

Memberi Solusi Sampah Plastik

Fakta bahwa Jakarta memproduksi 357.000 ton sampah plastik per tahun. Dalam angka harian jumlahnya mencapai 2.000 ton per hari dan masuk posisi dua besar daerah produser samplah plastik terbesar di Indonesia. Fakta lain menyebutkan, partikel plastik juga ditemukan di lebih dari 90% minuman botol kemasan, 114 spesies laut, dan 60% pakaian yang dibuat di dunia.

Data pencemaran sampah plastik inilah yang menjadi pelecut David Christian untuk membuat Evoware, produsen kemasan ramah lingkungan. Yap! Benar, karena seluruh bahan dasarnya terbuat dari rumput laut. Produk yang sudah dikembangkan adalah gelas pengganti bahan plastik, bahkan bisa dimakan.

Rumput laut dipilih karena selama ini produksinya mengalami kelebihan pasokan. Selain itu sebagian petani rumput laut juga miskin hingga Evoware memberi kesempatan memberi nilai tambah bagi mereka. David menambahkan, produk Evoware juga telah melewati tahap penelitian dan pengujian hingga aman.

“Dampak kami bukan hanya pada lingkungan, tapi juga pada mata pencaharian petani rumput laut. Untuk mencapai hal itu, kami selalu memasukkan dua nilai inti kami, yakni inovasi dan kolektorasi,” kata David dilansir Sindonews.

Secara bisnis, Evoware terus menawarkan produk ke restoran dalam paket bubuk jelly dan cetakannya. Metode ini lebih sederhana karena konsumen bisa membuat sendiri, seperti halnya memproses agar-agar.

Alasan kamu kurangi pemakaian kemasan plastik?
Karena lagi happening
Gemes karena sampah plastik makin banyak
Produk kemasan reuse makin murah
22 votes

Komentar

Fresh