Jangan Panik, Gempa Malang Tak Terkait Erupsi Bromo | OPINI.id
Jangan Panik, Gempa Malang Tak Terkait Erupsi Bromo

Gempa yang mengguncang kota Malang, Jawa Timur dengan kekuatan magnitudo 5,6, Selasa (19/02/2019) dini hari lalu, pukul 02.30 WIB. Ternyata diikuti erupsi Gunung Bromo yang terletak tak jauh dari Kota Malang, sekitar pukul 06.00 WIB.

Erupsi saat itu memiliki ketinggian kolom abu teramati kurang lebih 600 meter di atas puncak atau berada 2.929 meter di atas permukaan laut (mdpl). Status Bromo hingga saat ini masih pada Level II atau Waspada. Status ini mengacu pada data yang diupdate Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG), Rabu (20/2/2019) pagi.

Fenomena alam yang terjadi berdekatan waktunya ini sempat jadi perbincangan dan kekhawatiran warganet di media sosial. Adakah keterkaitan antara gempa Malang dengan erupsi Bromo? Simak penjelasan dari para ahli, biar ga parno duluan...hehehe.

Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Syarif Hidayat, Rabu (20/2/2019), mengungkapkan dengan status Waspada tersebut masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekat hingga radius 1 km dari bibir kawah.

Sedangkan ahli Geologi dari Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim (PSKBPI) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya Amien Widodo berpendapat, gempa Malang dan erupsi Bromo adalah dua peristiwa alam yang berbeda.

Menurutnya, dilansir Tribunnews, Rabu (20/02/2019), beberapa bulan terakhir Malang Selatan memang sering diguncang gempa, hal ini terjadi karena tumbukan lempeng Samudra Hindia dan Eurasia.  Sementara untuk kondisi gunung Bromo, erupsi merupakan fenomena yang biasa terjadi karena memang saat ini sudah waktunya gunung itu aktif. Erupsi Bromo yang terakhir terjadi pada 2010 dan pada 2019 ini kembali terjadi. Kejadian ini adalah suatu hal yang biasa, waktu erupsi gunung Bromo terjadi kisaran 9 tahun sekali. 

Hal serupa juga disampaikan Kepala Pusat Studi Kebumian dan Kebencanaan Universitas Brawijaya Malang, Adi Susilo, rabu (20/02/2019). Menurutnya gempa Malang dan erupsi Bromo tak terkait. Fenomena itu adalah keseimbangan alam yang normal terjadi.

"Justru jika tidak terjadi gempa dan aktivitas vulkanik di Gunung Bromo, masyarakat Malang dan sekitarnya patut waspada," jelasnya, seperti dikutip dari Liputan6, Rabu (20/02/2019).

Waktu gempa dan letusan Bromo yang berdekatan, hanyalah kebetulan. Titik kedalaman gempa Malang sangat dangkal, jika dipotong ke utara tidak akan menyentuh kelompok magma Bromo. Dua fenomena alam itu memang harus rutin terjadi. Pelepasan energi ini bisa mengurangi potensi terjadi gempa maupun letusan gunung api yang jauh lebih besar. 

Sementara itu, informasi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Gunung Api (PVMBG) Pos pengamatan Gunung Bromo, Rabu (20/02/2019), menyebutkan secara umum situasi dan kondisi Gunung Bromo masih kondusif, hanya dengan beberapa potensi yang harus ditingkatkan terutama bagi pendaki maupun wisatawan yang mengunjungi gunung Bromo yaitu kewaspadaan dan selalu mematuhi instruksi dari pengelola TNBTS dan PVMBG. 

Fenomena gempa dan erupsi adalah keseimbangan alam yang normal terjadi.
Setuju, tambah wawasan dan tetap waspada aja
Mikir-mikir
Ga setuju, tetep aja bikin panik
34 votes

Komentar

Fresh