8 Unicorn Terbesar Asia Tenggara, 4 Milik Indonesia | OPINI.id
8 Unicorn Terbesar Asia Tenggara, 4 Milik Indonesia

Sejak gelaran Debat Pilpres 2019 yang kedua, Minggu (17/02/19) netizen ramai membahas unicorn. Yang online-online itu, loh! Hal ini karena pertanyaan yang dilontarkan calon presiden Nomor urut 01 Joko Widodo kepada calon presiden Nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Perusahaan startup di Asia Tenggara berkembang pesat sejak 2015 lalu. Perkembangan tersebut memicu kelahiran unicorn-unicorn khususnya di Indonesia dan Singapura. Istilah unicorn merujuk kepada startup yang telah memiliki valuasi sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp14,1 triliun.  Dari delapan unicorn yang ada di Asia Tenggara, kita boleh bangga loh karena setengahnya dari Indonesia. Startup Indonesia pertama yang mendapat gelar Unicorn adalah Gojek. Wow!

Berikut daftar unicorn di Asia Tenggara:

Gojek

Didirikan tahun 2010 oleh Nadiem Makarim. Gojek bergerak di bidang jasa angkutan ojek. Berkembang dan menyediakan berbagai layanan logistik, pembayaran seluler, pengiriman barang dan jasa lainnya. Saat ini, Gojek telah tersedia di 50 kota di Indonesia. Baru-baru ini Gojek memperluas areal layanannya ke Vietnam dan Thailand. Menyandang status unicorn setelah enam tahun berdiri. Mendapat pendanaan sebesar USD 1,75 miliar. Markas besarnya di Jakarta.

Traveloka

Traveloka menyandang status unicorn setelah lima tahun berdiri. Menawarkan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara online. Didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang. Startup unicorn yang berkantor pusat di Jakarta ini sempat diadang aksi pemboikotan oleh warganet lantaran disinyalir salah satu pendirinya, Derianto Kusuma ikut melakukan aksi walk out saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pidato acara Perayaan 90 tahun Kolese Kanisius pada November 2017 lalu. Traveloka mendapat pendanaan sebesar USD 500 juta.

Tokopedia

Unicorn ini didirikan William Tanuwijaya tahun 2009, dan berlokasi di Jakarta. Perusahaan ini menggunakan platform online yang melibatkan individu dan pemilik usaha kecil hingga menengah di Indonesia untuk membuka dan mengelola toko onlinenya. Menyandang status unicorn setelah enam tahun berdiri. Mendapat pendanaan sebesar USD 1,1 miliar.

Bukalapak

Bukalapak merupakan salah satu wadah marketplace yang menyediakan sarana jual–beli dari konsumen ke konsumen. Didirikan oleh Achmad Zaky tahun 2010 dan menyandang gelar unicorn pada akhir 2017 dengan perkiraan pendanaan lebih dari USD 1 miliar. Di Bukalapak, pengguna dapat membuka toko online dan melayani pembeli dari seluruh Indonesia untuk transaksi satuan maupun banyak. Markas besar Bukalapak berpusat di Jakarta.

Grab

Berpusat di Singapura, Grab didirikan oleh Anthony Tan serta Tan Hooi Ling tahun 2012. Grab terutama menawarkan layanan transportasi, di samping pembayaran menggunakan dompet digital. Valuasi Grab mencapai 10 miliar Dolar AS di tahun 2018.

Sea

Perusahaan internet ini didirikan Forrest Li di Singapura, tahun 2009. Memiliki nilai bisnis sebesar USD 4,9 miliar di tahun 2018. Saat ini usahanya meliputi permainan online Garena, operator e-commerce Shopee dan layanan pembayaran digital AirPay.

Lazada

Lazada adalah perusahaan e-commerce yang didirikan perusahaan Eropa, Rocket Internet tahun 2012, dan dimiliki Alibaba Group. Lazada berpusat di Singapura. Di Indonesia, unicorn ini menawarkan berbagai macam jenis produk, mulai dari elektronik, buku, mainan anak dsb. Tahun 2018 valuasi Lazada sejumlah 3,2 miliar Dolar AS.

Razer

Perusahaan startup ini didirikan 2005 oleh Min-Liang Tan and Robert Krakoff, dan mempunyai dua kantor pusat, yaitu di Singapura dan San Fransisco. Razer bergerak di bidang manufaktur piranti keras game. Razer memiliki nilai bisnis USD 2 miliar pada tahun 2018.

Nah, itu delapan startup unicorn di Asia Tenggara. Boleh bangga ya kita, tapi sebagai generasi muda kita juga harus bercita-cita mengembangkan industri sektor riil. Supaya semua tetap seimbang. Karena perusahaan-perusahaan startup tersebut juga tetap membutuhkan kerjasama bisnis di sektor riil.

Kalau kamu ingin memajukan Indonesia di bidang digital atau industri sektor riil?
Digital
Sektor riil
Belum tahu
426 votes

Komentar

Fresh