Hati-Hati Jangan Menyentuh Sang Penyengat (2) | OPINI.id
Hati-Hati Jangan Menyentuh Sang Penyengat (2)

Banyak cara dilakukan orang buat mengurangi stres atau lelah akibat beban kerja, salah satunya adalah melakukan perjalanan ke berbagai tempat wisata alam maupun alam liar yang tentunya menyajikan keindahan yang menakjubkan.  

Namun saat menikmati alam yang indah tersebut, tetap harus dibekali dengan pengetahuan yang memadai tentang wilayah, area bahaya maupun keragaman hayati di tempat yang akan kamu kunjungi. Pasalnya, saat berada di alam liar banyak hal yang tidak terduga bisa terjadi atau dapat menyebabkan sakit, cedera bahkan hingga kematian.

Salah satu bahaya di alam liar bisa datang dari beberapa tanaman yang bisa kamu temukan saat menikmati alam. Jika di bagian 1 kita sudah bahas tentang daun Pulus dan Kemadu. Nah dibagian 2 ini kita bahas tentang daun Jelatang dan Gympie-Gympie sang penyengat dari hutan.

Daun Jelatang (Girardina palmata). Daun ini biasa juga disebut daun jancukan, bisa ditemui di berbagai daerah di Asia, tak terkecuali Indonesia. Beberapa gunung di Indonesia, memang banyak ditumbuhi tanaman liar ini, dan menjadi salah satu musuh bagi para pendaki.

Tumbuhan ini memiliki beberapa jenis. Ada yang berbatang, dan ada juga yang merambat. Jelatang memiliki daun berukuran kecil, tetapi ada juga jelatang dengan daun lebar. Tumbuhan ini memiliki tinggi sekitar 10 cm sampai 2 meter.

Daunnya mengandung racun yang berbahaya yang secara cepat bisa menyebar ke seluruh tubuh. Bila kulit kamu menyentuh permukaan daunnya yang berbulu tipis ini kamu akan mengalami keracunan yang ditandai dengan kulit gatal, perih yang terasa menyengat, kemerahan, dan bengkak. 

Jelatang berdaun kecil dengan ukuran lebar sekitar 10 cm, dinamakan jelatang ayam. Sedangkan jelatang kambing atau domba, daunnya lebih lebar dengan efek gatal yang lebih tinggi.

Ada juga jelatang kerbau (dalam bahasa Sunda disebut munding), daunnya paling lebar dan tebal. Lebarnya dapat mencapai 30 cm. Jelatang jenis ini menyebabkan gatal dan perih hingga seminggu kemudian. Efek tersebut tergantung dari kadar racun yang dimilikinya. Semua jenis jelatang biasa tumbuh di daerah dengan kelembaban yang tinggi. 

Daun Gympie-Gympie (Dendrocnide moroides). Tanaman ini tumbuh setinggi 1-2 meter dan umumnya ditemukan di daerah hutan hujan timur laut Australia dan Maluku Indonesia. Tanaman ini adalah salah satu tanaman yang paling beracun di dunia. Sengatan Gympie-Gympie yang begitu berbahaya jika disentuh telah dikenal dapat membunuh anjing, kuda hingga manusia.

Jika kamu hanya menyentuh sedikit saja, maka bulu-bulu halusnya akan menembus kulit tubuh dan melepaskan racun yang sangat menyengat yang disebut moroidin. Kadang, hanya dengan berdiri di hadapan tanaman ini, rambut-rambut halus tanaman ini yang menyebar di udara dapat memasuki hidung saat kita bernafas, dan hal ini dapat menyebabkan gatal-gatal, ruam, bersin dan mimisan yang mengerikan.

Menurut ahli virus Dr Mike Leahy, Hal pertama yang akan dirasakan adalah sensasi terbakar yang benar-benar intens dan rasa sakitnya akan bertambah selama setengah jam berikutnya, menjadi lebih menyakitkan dan lebih menyakitkan lagi. Lalu persendian akan tersa sakit dan terjadi pembengkakan di ketiak. Dalam kasus yang parah, ini dapat menyebabkan shock, dan bahkan kematian.

Gympie-Gympie seringkali menjadi ancaman bagi para pembuka hutan, penebang kayu, surveyor maupun pendaki gunung. Itu sebabnya sebagian besar orang yang sudah mengetahui predikat yang disandang oleh Gympie-Gympie tidak berani masuk ke teritori mereka tanpa menggunakan respirator, sarung tangan tebal dan berbekal tablet anti-histamin.

Salah satu orang pertama yang mendokumentasikan efek dari sengatan Gympie-Gympie adalah surveyor (pengawas) jalan di North Queensland, AC Macmillan, yang melaporkan kepada atasannya pada tahun 1866 bahwa kuda bebannya tersengat bulu daun ini, dan mengamuk, kemudian tewas dalam waktu dua jam. Cerita rakyat setempat juga diisi dengan cerita-cerita kuda yang kesakitan dan melompat dari tebing serta pekerja kehutanan yang minum banyak sekali air untuk mengurangi rasa sakit.

Nah buat kamu yang suka jalan-jalan ke alam, mendaki gunung dan traveling ada baiknya untuk selalu berhati-hatilah terhadap beberapa jenis daun yang berbahaya ini.

Cara yang paling baik yang bisa dilakukan sebelum menikmati alam adalah dengan menambah pengetahuan dan wawasan kamu. Cari dan catat informasi sebanyak-banyaknya tentang tempat yang akan dikunjungi. Tak hanya sekedar informasi tentang fasilitas penginapan yang nyaman atau tempat makan yang disediakan, tapi kenali juga kondisi, jalur yang akan dilewati, jenis hewan maupun tanaman yang ada di tempat tersebut.    

Komentar (2)

Fresh