Hari Kanker Sedunia, Hair for Hope | OPINI.id
Hari Kanker Sedunia, Hair for Hope

Kamu pernah mendonasikan rambut untuk memperingati Hari Kanker gak? Ini yang dilakukan 250 peserta dari berbagai kalangan dan kota di Indonesia, bahkan dari luar negeri.

Tanggal 4 Februari tiap tahun memang diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Siloam Hospitals TB Simatupang menggelar acara yang bertajuk 'Hair for Hope'. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap penderita kanker melalui program donasi rambut.

Tertarik untuk donasikan rambut kepada penyintas kanker?
Tertarik
Tidak
Masih ragu
4 votes

Dikutip dari Merdeka, Direktur Siloam Hospitals TB Simatupang Harijanto Solaeman memberi keterangan pada Minggu (3/2), "Seperti yang kita tahu, pasien kanker melalui proses pengobatan yang kerap kali membuat mereka kehilangan rambut. Dengan semangat dan tujuan untuk menumbuhkan solidaritas dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pasien kanker, kami mengadakan kegiatan Hair for Hope sebagai gerakan penggalangan donasi, di mana masyarakat dapat berkontribusi dengan memberikan sebagian rambut mereka untuk saudara-saudara kita yang menderita kanker."

Dia mengingatkan kepada warga pentingnya melakukan deteksi dini, untuk menghindari dampak yang lebih buruk dari kanker.

Sementara itu, Ketua Siloam Cancer Support Community Siloam Hospitals TB Simatupang Karlina Djajanegara mengatakan donasi rambut yang terkumpul akan diserahkan kepada Yayasan Kanker Indonesia untuk diproses menjadi rambut palsu dan bisa digunakan oleh para penderita kanker yang kehilangan rambut karena pengobatan kanker.

Istimewa

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi tumor/ kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1,4 per 1.000  penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1.000 penduduk pada 2018.

Di seluruh dunia, kanker merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, di mana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 18,1 juta kasus kanker baru dan 9,6 juta kematian terjadi pada tahun 2018.

Kematian akibat kanker dapat dikurangi dan dikendalikan apabila kasus terdeteksi dini dan segera mendapatkan pengobatan. Pemerintah juga telah melakukan berbagai cara sebagai upaya pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia. Diantaranya deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim pada perempuan usia 30-50 tahun  dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) untuk payudara dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk leher rahim.

Kanker payudara dan kanker leher rahim masih menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia bagi perempuan Indonesia. Sedangkan untuk laki-laki di Indonesia, kanker paru dan kanker hati merupakan penyebab tertinggi kematian karena kanker.

Apakah kamu sudah melakukan pendeteksian dini?
Sudah
Belum
Tidak tahu caranya
1 votes

Komentar

Fresh