Jangan Asal Pakai Pasta Gigi, Kenali juga Komposisinya | OPINI.id
Jangan Asal Pakai Pasta Gigi, Kenali juga Komposisinya

Pasta gigi pasti sudah jadi kebutuhan sehari-hari yang harus dibeli saat belanja di supermarket. Setiap hari paling tidak pasta gigi digunakan minimal dua kali untuk membersihkan gigi. Pasta gigi mempunyai banyak rasa dan juga dijual dalam berbagai fungsi tertentu. Nah sebenarnya, apa sih kandungan yang terdapat dalam pasta gigi sehingga sangat bermanfaat untuk gigi?

Agen abrasif. Merupakan bahan kasar, seperti kalsium karbonat, dikalsium fosfat dihidrat, dan magnesium trisilikat. Agen abrasif berfungsi untuk membantu mengusir sisa makanan, bakteri, dan beberapa noda di gigi.

Perasa. Pemanis buatan, termasuk sakarin yang sering ditambahkan pada pasta gigi untuk membuat rasanya lebih baik. Rasa pasta gigi biasanya merupakan campuran dari beberapa komponen. Pasta gigi tersedia dalam banyak rasa, mayoritas orang lebih memilih pasta gigi yang memiliki rasa mint yang membuat mulut terasa segar dan bersih, meskipun hanya beberapa menit. Sensasi ini biasanya timbul karena kandungan perasa dan detergen dalam pasta gigi yang menyebabkan iritasi ringan pada mukosa mulut. 

Pewarna. Juga ditambahkan ke pasta gigi, seperti titanium dioksida untuk pasta putih dan berbagai pewarna makanan untuk pasta atau gel berwarna.

Humektan. Digunakan dalam pasta gigi untuk mencegah hilangnya air dalam pasta gigi sehingga pasta gigi tidak menjadi keras ketika terkena udara saat dibuka. Humektan yang paling sering digunakan adalah gliserol dan sorbitol. Sorbitol dengan dosis besar dapat menyebabkan diare karena bertindak sebagai pencahar osmotik. FAO dan WHO merekomendasikan penggunaan sorbitol dibatasi sebesar 150 mg/kg/hari. Oleh karena itu, penggunaan 60-70% pasta gigi yang mengandung sorbitol oleh anak kecil harus diawasi oleh orang tua.

Zat pengikat. Zat pengikat merupakan koloid hidrofilik yang mengikat air dan digunakan untuk menstabilkan formulasi pasta gigi dengan mencegah pemisahan fase padat dan fase cair. Contoh zat pengikat yang digunakan adalah karet alami (karaya dan tragakan), koloid rumput laut (alginat dan karet karagenan), dan selulosa sintetis (karboksimetil selulosa dan selulosa hidroksietil).

Deterjen. Deterjen, seperti natrium lauril sulfat, menghasilkan busa ketika kamu menyikat gigi. Deterjen membantu menghilangkan tumpukan dan emulsi plak pada gigi.

Fluoride. Fluoride sangat penting bagi kesehatan gigi karena penggunaan fluoride pada pasta gigi dapat mengurangi risiko karies gigi. Seperti dilansir dari dentalhealth, penurunan prevalensi karies gigi yang tercatat di negara-negara maju selama 30 tahun terakhir dapat dikaitkan dengan meluasnya penggunaan pasta gigi yang mengandung fluoride. Sekarang ini, banyak pasta gigi yang mengandung 0,1% (1000 ppm) fluoride, biasanya dalam bentuk sodium monofluorofosfat (MFP). 100 g pasta gigi mengandung 0,76 g MFP (setara dengan 0,1 g fluoride).

Bakteri di mulut hidup berasal dari gula dan pati yang menempel pada gigi setelah makan dan fluoride membantu melindungi gigi dari asam yang dilepaskan bakteri saat memakan gula dan pati tersebut.

Hal ini dilakukan dalam dua cara. Pertama, fluoride membuat enamel gigi lebih kuat sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk terjadi kerusakan gigi karena asam yang dilepaskan oleh bakteri. Kedua, fluoride dapat memineralisasi kembali daerah gigi yang sudah mulai membusuk sehingga kerusakan gigi tidak cepat terjadi.

Saat kamu membeli pasta gigi suka liat dan membaca komposisinya ga?
Engga, ga penting
Kadang-kadang
Iya, harus dibaca dong
65 votes

Komentar

Fresh