Beda Junjungan, FPI Sindir Yusril | OPINI.id
Beda Junjungan, FPI Sindir Yusril

Siapa yang tau, ditengah perjalanan, Yusril Ihza Mahendra ubah haluan dan malah merapat ke barisan presiden Joko Widodo. Padahal, di awal Yusril jelas terlihat pro ke kubu Prabowo Subianto. Keputusannya merapat ke Jokowi karena kecewa dengan beberapa janji palsu yang pernah dijanjikan kepadanya. Tapi, kepindahannya ini justru mendapatkan respon kontra dari kubu Front Pembela Islam (FPI).

Bahkan, sang Ketua Habib Rizieq memerintahkan untuk menarik semua anggota ormasnya yang kini berkecimpung di Partai asuhan Yusri yaitu Partai Bulan Bintang (PBB).  Salah satunya adalah Novel Bamukmin yang menjadi sorotan karena kicauan kekecewaannya terhadap pilihan dukungan partainya.

Novel yang maju jadi caleg dapil DKI ini lewat PBB mengatakan akan segera berhenti dari partai. Namun dari pihak PBB justru menantang balik dan menunggu surat pengunduran diri Novel. Perseteruan gak hanya berhenti sampai disitu, bahkan Ketua Persaudaraan Alumni 212 yang juga jubir FPI, Slamet Maarif  menyindir Ketum PBB Yusril.

Sebelumnya Yusril menyatakan PBB adalah partai berdaulat, sehingga tidak ada orang yang bisa mendiktenya termasuk Rizieq Shihab. Terkait pernyataan itu, Slamet menyebut dulu Yusril pernah merengek minta tolong kepada Rizieq. Namun sekarang Yusril merasa tidak membutuhkan pentolan FPI tersebut. Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis juga mengatakan dulu Yusril pernah mengutus Sekjen PBB, M.S untuk bertemu Rizieq di Mekkah, Arab Saudi.

Pengutusan orang tersebut dilakukan dalam rangka meminta dukungan. Hanya saja, dia menyayangkan saat Yusril membelot ke kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Damai pun menyesalkan sikap Yusril yang menanggapi sini maklumat Rizieq. Padahal dalam dunia politik tidak ada yang pasti. Jangan manuver dari para partai koalisi, bahkan kemungkinan swing voter juga akan terjadi.

Wajar gak kalau mendadak bermanuver di politik?
Wajar itu mah
Gak konsisten namanya
No comment ah
721 votes

 

Komentar (1)

Fresh