Vegan Leather, Alternatif Ramah Lingkungan | OPINI.id
Vegan Leather, Alternatif Ramah Lingkungan

Kulit (genuine leather) adalah salah satu bahan fashion item yang sangat digemari dan tak lekang oleh zaman. Kulit membuat penggunanya terkesan keren dan stylish, juga mampu untuk memberikan statement point pada gaya pakaian yang santai.

Kini, dengan berkembangnya zaman dan tren ‘vegan’ yang mulai meningkat, keinginan untuk membuat dan menggunakan ‘vegan leather’ sebagai alternatif juga meningkat. Selama ini, pembuatan bahan kulit memakan biaya yang sangat besar. Selain merusak populasi dan menimbulkan kerusakan lingkungan, produksi kulit juga menghasilkan waste yang sangat besar. Kulit sapi dapat menghasilkan waste sampai 50% karena defect. Bahkan, karena dibutuhkan pattern yang sesuai, kulit buaya dan ular dapat menghasilkan waste hingga 90%, lho! Dikit banget kan yang dipakai?

Vegan leather pun berhasil dibuat dari sel ragi yang difermentasi untuk membuat kolagen, salah satu jenis protein yang memberi bahan kulit kekuatan dan elastisitas. Kemudian, kolagen dimurnikan dan dirangkai menjadi struktur material. Bahan ini disebut “Zoa”.

Nggak cuma mengganti ke bahan yang lebih environmental friendly, Mr. Forgacs, founder sekaligus chief executive dari perusahaan start-up yang membuat bahan vegan leather ini mengatakan bahwa ia ingin meningkatkan kualitas bahan alternatif tersebut melebihi kulit asli.

“Dengan material tradisional, kalian mendapatkan apa yang ditawarkan dari bahan tersebut,” katanya. “Kami menggunakan aspek dari kulit asli seperti kehangatan dan kelembutan, tetapi mencari cara bagaimana membuatnya lebih baik, lebih tahan lama, lebih ringan, dan lebih nyaman.”

Ia yakin tren vegan fashion yang sedang marak saat ini akan membuat bahan alternatif miliknya akan laku di pasaran. Mereka tidak akan bisa mengganti habit dan style dari masyarakat dalam fashion mereka, tetapi bahan alternatif akan menjadi cara yang lebih mudah untuk membuat suatu perubahan.

Kalian tertarik ngga dengan vegan fashion ini?
Iya
Engga
0 votes

Komentar

Fresh