5 Infeksi Akibat Bakteri Dalam Makeup | OPINI.id
5 Infeksi Akibat Bakteri Dalam Makeup

Setiap wanita yang ingin memiliki penampilan menarik, segar dan tampak cantik biasanya akan melengkapi penampilannya dengan riasan wajah menggunakan berbagai jenis kosmetik. Meski hanya seulas lipstik tipis pada bibir dengan warna yang segar akan memberikan kesan berbeda.

Namun kamu harus tetap hati-hati jika menggunakan makeup yang sudah lama, pasalnya kontaminasi bakteri di makeup atau kosmetik ini bisa menyebabkan beberapa jenis infeksi yang berkisar pada tingkat keparahan ringan sampai serius.

Berbagai macam kosmetik merupakan tempat berkembang biak yang sempurna untuk berbagai jenis bakteri, seperti staphylococcus, streptococcus, micrococcus dan E. coli.  

Beberapa bakteri tersebut sangat mungkin tumbuh subur di makeup yang kamu miliki dan sudah lama digunakan, karena antibakteri dalam kosmetik akan mulai rusak enam bulan setelah kemasan dibuka atau setelah pembelian.

University of Kansas Medical Center merekomendasikan untuk membuang maskara setelah tiga sampai empat bulan, foundation setelah satu tahun dan eye shadow setelah dua tahun untuk mengurangi risiko infeksi. Nah, infeksi apa saja yang mungkin terjadi akibat bakteri di makeup ini?

Konjungtivitis.  Ini adalah infeksi pada membran yang melapisi kelopak mata dan sebagian bola mata yang menyebabkan pembengkakan, mata merah, dan nyeri di area mata. Meski kondisi ini biasanya menyerang anak-anak, namun orang dewasa yang menggunakan kosmetik bisa mengalami konjungtivitis jika bakteri bersentuhan dengan membran.

Dikarenakan ini merupakan infeksi, sehingga kamu harus dirawat sedini mungkin untuk menghindari penularan ke orang lain. Untuk mengurangi risiko terkena konjungtivitis, hindari berbagi kosmetik dengan orang lain dan buang kosmetik mata jika baunya sudah mulai tidak enak.

Keratitis. Keratitis mikroba atau lebih dikenal sebagai infeksi kornea terjadi saat bakteri bersentuhan dengan kornea. Kondisi ini biasanya terjadi ketika penggunaan lensa kontak yang sudah terkontaminasi oleh bakteri. Jika kamu memakai lensa kontak setelah dandan, bakteri di makeup bisa menyebar pada salah satu atau kedua lensa kontak.

Hal ini memungkinkan bakteri menyerang kornea, sehingga menyebabkan mata kering, penurunan penglihatan, kelopak mata bengkak dan sensitivitas terhadap cahaya. Kunjungi dokter mata jika mengalami gejala ini, karena keratitis dapat menyebabkan kebutaan jika tidak ditangani dengan benar.

Jerawat. Nah kasus ini yang paling sering terjadi dan masalah paling umum terjadi akibat penggunaan kosmetik terlalu sering. Dermatologist Jeanine Downie menjelaskan bahwa jerawat ringan atau bahkan masalah jerawat yang lebih parah bisa disebabkan akibat kulit wajah sudah terkontaminasi dari bakteri di makeup.

Bagi beberapa orang, bakteri ini mungkin sama sekali tidak berbahaya karena memang bergantung pada kekuatan sistem kekebalan tubuh seseorang dan resistensi seseorang terhadap infeksi bakteri.

Bintitan. Dikenal juga dengan sebutan timbilan (istilah medisnya hordeolum), adalah benjolan kecil yang sekilas terlihat seperti jerawat yang ada di dekat bulu mata atapun kelopak mata. Infeksi ini disebabkan oleh minyak dan kotoran yang menyumbat lubang tempat akar bulu mata. Setelah lubang tertutupi, bakteri tumbuh di dalamnya dan menyebabkan infeksi. Kelenjar ini juga bisa muncul akibat bakteri di makeup sehingga akan menyebabkan peradangan, bengkak di area kelopak mata, kadang benjolan juga mengandung nanah, dan terasa nyeri saat tekan.

Pengobatan untuk bintitan bisa dilakukan dengan cara kompres hangat, tetes antibiotik, tetes steroid, suntikan steroid, atau dalam kasus yang parah harus ditangani dokter untuk melakukan drainase bedah.

Blepharitis. Ini merupakan infeksi kelopak mata yang menyebabkan peradangan di dasar bulu mata yang menghasilkan belek tebal, lendir berwarna kekuningan seperti nanah yang mengandung banyak bakteri. Jika bakteri staphylococcus mencemari produk kosmetik, penggunaan produk tersebut akan memicu perpindahan bakteri ke mata sehingga meningkatkan risiko blepharitis.

Terkena blepharitis menyebabkan kamu mengalami sensitivitas terhadap cahaya, penglihatan kabur, nyeri dan kemerahan pada mata. Jika bakteri memasuki kelenjar meiobian, konjungtivitis juga bisa terjadi.

Apa kamu suka memeriksa atau membuang alat-alat kosmetik yang sudah lama?
Iya lah biar tetap sehat
Kadang-kadang
Ga terlalu penting lah
7 votes

Komentar

Fresh