Tes Potensi Skolastik, Kebijakan Baru SBMPTN 2019 | OPINI.id
Tes Potensi Skolastik, Kebijakan Baru SBMPTN 2019

Untuk kamu yang berada di jenjang kelas XII dan akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, siapkah menghadapi SBMPTN 2019? Sudah banyak berita beredar mengenai jenis dan aturan pelaksanaan SBMPTN 2019 yang jelas berbeda dengan tahun 2018. Lalu bagaimana dengan kamu? Apakah kamu sudah terbayang tesnya akan seperti apa?

Mengapa SBMPTN 2019 Menggunakan Tes Potensi Skolastik?

Pelaksanaan dan jenis tes SBMPTN tahun mendatang memang berbeda dengan tahun 2018 ini karena selain diadakan sebanyak 24 kali. Mata pelajaran yang diujikan juga bukan lagi TKPA dan TKD, melainkan TPS dan TKA. TPS atau Tes Potensi Skolastik mungkin terdengar asing. Sebenarnya apa, ya, tes potensi skolastik itu?

Jadi, TPS merupakan tes yang biasa digunakan jika seseorang ingin melanjutkan perkuliahan ke perguruan tinggi di Amerika. Tes ini pertama kali diciptakan oleh The College Board, suatu organisasi nirlaba yang memiliki misi menjadi jembatan antara para siswa dengan kesuksesan pendidikan tinggi mereka. Tes jenis ini sudah ada sejak 1926 dan tidak hanya di Amerika, tetapi juga digunakan di negara maju lainnya seperti Inggris, Singapura, Finlandia, dan Australia.

TPS menjadi salah satu materi uji pada SBMPTN 2019 sebagai salah satu upaya yang bertujuan agar generasi terdidik Indonesia memiliki kemampuan dan daya saing yang setara bahkan melebihi siswa lain di negara maju. Jadi, kamu boleh berbangga diri karena disamakan dengan para siswa di belahan dunia lain yang sudah maju!

Tes Potensi Skolastik Terbagi Atas 2 Jenis

Oke, agar dapat bersaing dan memenangkan peperangan, tentu saja kita harus memahami medan perang tersebut, bukan? Jadi, apa saja yang masuk ke dalam tes potensi skolastik? Secara umum, TPS memiliki dua jenis, yaitu:

1. Reasoning Test: menguji kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, dan matematika.

2. Subject Test: menguji keterampilan peserta didik dalam bidang-bidang studi tertentu, seperti sains, sejarah, dan bahasa asing.

Menristekdikti sendiri menyampaikan melalui press release pada 22 Oktober 2018 silam bahwa TPS ini bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif berupa penalaran dan pemahaman umum yang dianggap penting untuk keberhasilan di sekolah formal.

Jika dirinci lebih mendalam, kemungkinan jenis TPS yang diujikan pada SBMPTN 2019 hanya berupa reasoning test karena subject test sudah dapat diwakilkan oleh TKA Saintek dan Soshum. Nah, selanjutnya tipe soal seperti apa yang mungkin muncul pada TPS? Merunut pada standarisasi yang dibuat oleh The College Board, reasoning test terdiri dari soal reading (membaca), writing & language (menulis & bahasa), math test (tes matematika menggunakan kalkulator dan tidak), serta esai. Lalu, bagaimana implementasi bagian-bagian tes tersebut pada TPS di SBMPTN 2019, ya?

Tes Skolastik pada SBMPTN 2019

Tentu saja akan ada beberapa penyesuaian antara tes skolastik dari The College Board dengan pelaksanaan TPS untuk SBMPTN 2019. Adaptasi tersebut dapat berupa alokasi waktu tes, yaitu pada tes skolastik standar The College Board memerlukan lebih dari empat jam sementara pada SBMPTN, hanya diberikan sekitar 105 menit saja. Tes skolastik pada The College Board terdiri dari soal pilihan ganda dan esai, akan tetapi pada SBMPTN 2019, hanya ada soal pilihan ganda. Begitupun dengan jenis soal yang diujikan, berdasarkan penyesuaian oleh kemdikbud, maka tes potensi skolastik pada SBMPTN akan mencakup:

  1. Subtes verbal: mengukur kemampuan seseorang dalam menggunakan logika verbal untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan masalah kata atau bahasa. Subtes ini terdiri dari soal sinonim, antonim, analogi, dan wacana.
  2. Subtes kuantitatif: mengukur kemampuan matematis sederhana, memahami konsep matematika untuk menyelesaikan masalah seperti pada soal aljabar, aritmatika, geometri, dan deret angka.
  3. Subtes penalaran: mengukur kemampuan untuk menganalisis dan mengorganisasi informasi yang relevan dalam menyelesaikan masalah. Subtes ini dapat berupa penalaran logis, penalaran analitis, maupun diagram.

Setelah mempelajari penjabaran di atas, ternyata jenisnya tidak jauh beda dengan TKPA pada SBMPTN 2018, ya. Oleh karena itu, kamu tidak perlu panik lagi yang perlu kamu lakukan hanyalah belajar, berlatih berulang-ulang, asah kemampuanmu, dan bersainglah!

Bagaimana? Sudah terbayang mengenai tes skolastik ya sekarang? Nah, bagaimana dengan perubahan yang ada di SBMPTN 2019 lainnya seperti alur pendaftaran, timeline, hingga daya tampung? Tenang, jangan bingun harus cari tahu di mana. Semua informasi terkait sudah dirangkum pada laman ini bit.ly/SBMPTN2019-10. Biar nggak lupa, langsung cek sekarang!

Terus tingkatkan kemampuan belajar kalian dan jangan lupa berdoa serta jaga kesehatan selalu ya, teman-teman. Semangat!

Sumber: https://www.quipper.com/id/blog/sbmptn/informasi-sbmptn/tes-potensi-skolastik-di-sbmptn-2019/

Penulis: Laili Miftahur Rizqi

Komentar

Fresh