Hobi Berbohong, Waspadai Gangguan Mythomania | OPINI.id
Hobi Berbohong, Waspadai Gangguan Mythomania

Mungkin kamu pernah menjumpai atau ada orang yang dalam hidupnya bisa dibilang hobi banget berbohong. Pasti kamu akan bertanya-tanya, mengapa ada orang yang bisa gemar sekali berbohong?

Sebenarnya, tanpa kita sadari berbohong adalah salah satu hal yang sering dilakukan manusia. Menurut penelitian, manusia mulai berbohong sejak usia tiga atau empat tahun dan berbohong selalu diasosiasikan dengan sesuatu yang buruk dan tidak boleh dilakukan.

Namun, bagi sebagian orang berbohong juga bisa menimbulkan sensasi tersendiri yang membuat mereka menikmatinya lalu menjadi kecanduan untuk bisa terus menerus melakukannya.

Jika sudah dalam kondisi kecanduan berbohong seperti ini berarti orang tersebut sudah mengalami gangguan psikologis. Istilah khusus bagi orang yang selalu berbohong adalah mythomania atau pseudologia fantastica.

Seperti dilansir, hellosehat, Selasa (22/01/2019), Mythomania merupakan suatu keadaan, dimana seseorang sering melakukan kebohongan dalam jangka waktu yang lama (bisa selama hampir seluruh hidupnya) dan terus dilakukan, meski bisa saja tidak ada maksud keuntungan tertentu di baliknya.

Gangguan ini biasanya banyak terjadi pada mereka yang berusia 16 hingga 22 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, tidak lantas semua orang yang berbohong dianggap mengidap mythomania.

Mythomania, termasuk salah satu jenis dari kebohongan patologis. Kebohongan patologis pertama kali dideskripsikan dalam dunia kedokteran pada tahun 1891 oleh Anton Delbrueck. Selain mythomania, kebohongan patologis lainnya bisa seperti kebohongan akibat kebiasaan, penipu yang suka mengganti identitas, atau berbohong yang disertai kebiasaan impulsif, seperti mencuri atau gila belanja.

Dari semua kebohongan patologis itu, mythomania merupakan jenis yang paling ekstrem, karena menggabungkan fakta dan fantasi. Tak jarang, si pembohong juga meyakini bahwa apa yang diceritakannya adalah fakta.

Bagi orang dengan kondisi ini, kebohongan adalah bagian dari hidupnya. Bahkan, tak jarang mereka juga mempercayai kebohongannya sendiri, sehingga tak lagi bisa membedakan mana yang fiktif dan mana yang nyata dari kehidupannya.

Beberapa kriteria mereka yang mengalami mythomania, antara lain:

  • Cerita yang mereka katakan terdengar sangat nyata dan mereka mungkin menceritakan sesuatu berdasarkan kisah nyata orang lain.
  • Kecenderungan mereka membuat cerita yang bersifat permanen dan stabil.
  • Kebohongan tidak dilakukan untuk mendapatkan suatu keuntungan material.
  • Cerita yang mereka buat biasanya berkaitan dengan institusi penting kepolisian, angkatan darat, organisasi dan lain sebagainya. Mereka juga merasa memiliki peran penting dalam institusi atau dalam cerita tersebut. Misalnya sebagai tokoh penyelamat atau sebagai korban yang tersakiti.

Apakah kamu termasuk orang yang menikmati sensasi atau kenikmatan tersendiri saat bisa berbohong pada orang lain?
Ya
Mikir-mikir
Ga lah
216 votes

Komentar (1)

Fresh