Kenapa, sih, Harga Textbook Naik Terus? | OPINI.id
Kenapa, sih, Harga Textbook Naik Terus?

Memasuki semester baru, kita harus memulainya dengan semangat baru. Apa yang pertama kali terpikir saat kalian memulai semester baru? Bertemu teman-teman, bangun pagi untuk kelas, atau harga textbook setiap mata kuliahnya?

Banyak pelajar, sekolah ataupun kuliah, mengeluh tentang mahalnya textbook penunjang mata pelajaran mereka. Apalagi banyak dosen yang mewajibkan seluruh siswanya untuk membawa textbook saat kelas, sehingga mereka harus membelinya. Textbook adalah salah satu pengeluaran terbesar bagi pelajar tiap tahunnya. Bahkan, tidak mengherankan untuk pelajar di Amerika untuk mengeluarkan sampai 500 USD hanya untuk textbook per tahunnya. Angka itu pun dapat meningkat tiap tahunnya. Biaya yang sangat besar, kan?

Sebenarnya, kenapa sih harga textbook makin lama makin melambung?

Penerbit buku melakukan apa saja yang bisa mereka lakukan untuk membuat pelajar tetap membeli buku mereka. Faktanya, banyak pelajar yang mulai membeli buku bekas atau meminjam dari perpustakaan untuk menghemat uang. Bagaimana tidak? Mereka tidak mau membeli buku dengan harga yang sangat mahal hanya untuk dibaca selama satu semester. Belum tentu juga mereka akan membaca semua isinya. Inilah yang membuat penerbit buku mencari ide lainnya untuk menarik pelajar agar membeli buku.

Penerbit pun mulai menjual bundle buku dan restricted access yang dibutuhkan pelajar. Mereka tidak menjual kedua hal ini secara terpisah sehingga pelajar harus membeli bundle tersebut untuk mendapatkan restricted acces yang mereka butuhkan. Restricted access yang dijual berisi online course, materi, atau bahkan latihan soal. Ada beberapa dosen yang menggunakan hal-hal ini sebagai bagian dari penilaian siswa. Akhirnya, pelajar pun tidak punya pilihan lain selain membeli buku yang baru.

Selain itu, penerbit juga memperpendek durasi update dari buku mereka, yang tadinya 5 tahun menjadi 2-3 tahun saja. Buku edisi terbaru berisi bab yang telah dirombak, halaman yang ditukar, dan latihan soal yang berbeda. Hal ini membuat pelajar semakin sulit menggunakan buku yang lama dan harus selalu menyesuaikan dengan buku terbaru, yang harganya lebih mahal dari buku edisi sebelumnya.

Ada beberapa sekolah dan universitas yang menggunakan online resource, dimana pelajar dapat mencari materi yang mereka inginkan dengan akses dari sekolah. Sayangnya, penggunaan resource ini masih belum menyeluruh dan sangat terbatas sehingga pelajar masih harus mengeruk kocek lebih dalam untuk membeli textbook.

Kamu tipe orang yang membeli textbook ngga sih?
Iya
Engga
74 votes

Komentar

Fresh