Pertanian Terapung Bangladesh, Indonesia Bisa Gak ya? | OPINI.id
  Pertanian Terapung Bangladesh, Indonesia Bisa Gak ya?

Bangladesh merupakan salah satu negara di Asia yang terletak 10 meter di bawah permukaan laut. Dua per tiga dari penduduknya bekerja sebagai petani. Dengan perubahan iklim yang makin ekstrem, dimana tiga perempat bagian negara mereka dapat terendam banjir tahunan, bagaimana cara mereka bertahan hidup?

https://www.dw.com/en/bangladesh-builds-floating-gardens-to-fight-climate-change/g-18912481
Pertanian Terapung Bangladesh, https://www.dw.com/en/bangladesh-builds-floating-gardens-to-fight-climate-change/g-18912481

Pernahkah kalian terbayang tentang adanya pertanian apung? Hal inilah yang dilakukan oleh penduduk Bangladesh untuk bertahan hidup saat banjir tahunan datang. Mengutip dari BBC, mereka hidup selama 9 bulan di atas permukaan air. Karena itu, mereka harus melakukan adaptasi.

Sebelumnya, saat banjir monsoon tahunan tiba, mereka akan menjadi pengangguran. Satu-satunya pilihan lain bagi mereka adalah mencari pekerjaan di tempat yang jauh. Setelah mereka merantau pun belum tentu ada pekerjaan yang dapat mereka lakukan. Hal ini tentunya sangat merugikan masyarakat Bangladesh. Selain harus mencari pekerjaan lain, mereka juga harus hidup jauh dari tempat tinggal mereka. Akhirnya, untuk menyesuaikan dengan keadaan, mereka melakukan upaya untuk dapat bertahan hidup walaupun tempat tinggal mereka terendam banjir.

Masyarakat pun menemukan ide cemerlang yang dapat membantu mereka bertani walaupun dalam keadaan terendam. Mereka membangun sebuah alas dari eceng gondok, bambu, kotoran sapi, tanah, dan kompos lainnya yang dapat bergerak sesuai dengan aliran air dan mengapung cukup lama untuk bercocok tanam. Mereka menanam tanaman di atas alas ini. Saat banjir tiba, alas pun akan terangkat dan mereka tetap dapat bertani seperti biasa. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan juga berguna sebagai pupuk yang membuat tanaman mereka mendapatkan nutrisi yang cukup.

Setelah panen, biasanya akan ada tengkulak dari Barisal atau Khuluna yang datang untuk mengambil hasil panen mereka yang kemudian akan dijual ke pasar. Tentunya, para tengkulak pun datang menggunakan kapal pemukat ikan. Masyarakat menganggap hal ini menguntungkan karena mereka tidak harus menjualnya sendiri ke pasar.

https://steemit.com/photography/@aponkl/my-photography-journey-to-the-largest-floating-market-in-bangladesh
Pasar Tempat Tengkulak Menjual Hasil Panen, https://steemit.com/photography/@aponkl/my-photography-journey-to-the-largest-floating-market-in-bangladesh

Dengan cara inilah, mereka mampu bertahan hidup meskipun harus tinggal diatas air. Unik, bukan?

Di Indonesia juga sudah ada teknologi ini, kamu tahu gak?
Tahu, dong!
Wah baru tahu!
Emang ada, dimana?
73 votes

Komentar (1)

Fresh