3 Cara Menyiasati Biaya Kuliah yang Terus Meroket | OPINI.id
3 Cara Menyiasati Biaya Kuliah yang Terus Meroket

Bukan rahasia lagi kalau biaya kuliah itu kenaikannya dari tahun ke tahun paling tinggi dibandingkan kebutuhan lainnya. Tak heran banyak orangtua yang tetap menginginkan pendidikan yang terbaik bagi anaknya, rela berkorban banyak untuk anak-anaknya.

Memang tak dapat dipungkiri banyak orangtua menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak tercintanya. Makanya, pendidikan semahal apapun tetap dibiayai dengan berbagai cara.

Sayangnya, orangtua yang benar-benar serius menyiapkan biaya pendidikan anak sejak jauh hari masih tergolong sedikit. Kebanyakan orangtua justru kelabakan begitu mendekati putra-putri tercintanya masuk kuliah. Alhasil, mereka kaget dengan jumlah biaya yang harus dikeluarkan.

Secara umum kenaikan biaya pendidikan sekitar 10-20 persen per tahun. Kenaikan ini tergolong tinggi dan kalau tidak disiapkan sejak jauh hari, bisa-bisa keuangan keluarga menjadi amburadul.

Langkah yang perlu dilakukan untuk memperkirakan biaya kuliah anak di masa depan yakni dengan mengetahui biaya kuliah saat ini. Setelah itu, mengkalkulasikan nilainya di masa depan dengan kenaikan biaya kuliah yang per tahunnya 10-15% per tahun. Data valid terkait biaya kuliah saat ini yakni dengan mendatangi kampus atau menelusurinya secara online dengan mengunjungi website resmi kampus yang diinginkan.

Sebagai contoh, misalkan biaya kuliah empat tahun di Universitas A menghabiskan Rp 140 juta, pada 15 tahun mendatang dari sekarang dengan inflasi biaya pendidikan berkisar 15% per tahun, biaya kuliah selama empat tahun bisa mencapai Rp 1,14 miliar. Jumlah yang tidak sedikit.

Lantas bagaimana sih cara menyiasati biaya kuliah yang dari tahun ke tahun meroket meninggalkan tingkat inflasi? Berikut ini beberapa langkah yang perlu dilakukan:

1. Asuransi Pendidikan

Opsi asuransi pendidikan kerap dipilih kebanyakan orangtua. Karena sudah spesifik untuk pendidikan, banyak orangtua memilihnya, meski mereka mengaku biaya tersebut tidak mampu menutupi semua kebutuhan biaya kuliah anak di masa yang akan datang. Namun, banyak orangtua mengaku asuransi pendidikan cukup membantu dan mengurangi beban akan besarnya biaya yang harus ditanggung.

2. Tabungan dan Deposito

Instrumen tabungan dan deposito juga dipilih banyak orangtua, meski secara nilai, uang yang disimpan di instrumen ini tidak sebanding dengan peningkatan biaya kuliah di masa depan. Pasalnya, bunga tabungan dan deposito masih di bawah inflasi, sementara kenaikan biaya kuliah jauh di atas persentase inflasi. Kalau mau jujur, instrumen ini nggak begitu tepat untuk menyiasati biaya kuliah anak di masa depan karena bunganya tergolong sangat kecil.

3. Investasi

Instrumen yang ideal untuk menyiasati biaya kuliah anak adalah investasi. Ada beragam jenis investasi mulai logam mulia, properti, bisnis, barang koleksi, reksa dana, obligasi, dan saham. Investasi ideal untuk menyiasati biaya pendidikan anak karena menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dari tabungan dan deposito. Lebih dari itu, investasi ini memberikan imbal hasil yang jauh di atas inflasi. Dengan begitu, biaya kuliah anak akan tercover lebih baik. Dari jenis investasi tersebut, investasi reksa dana ideal untuk menyiasati biaya kuliah anak. Cara berinvestasi pun tak serumit dan sesulit yang dibayangkan karena investasi reksa dana saat ini sudah serba online, seperti yang ditawarkan IPOTFUND sebagai supermarket reksa dana online terbesar di Indonesia. Mulai pendaftaran melalui aplikasi IPOTGO yang mudah, cepat dan ora susah hingga transaksi reksa dana sudah 100% online. Di IPOTFUND ini tersedia 218 produk reksa dana dari 37 manajer investasi.

Komentar

Fresh