Bisa Gak Pelaku Penusukan Siswi Bogor Dihukum Berat? | OPINI.id
Bisa Gak Pelaku Penusukan Siswi Bogor Dihukum Berat?

Kejahatan dan kematian selalu mengintai, hanya saja datangnya dan caranya yang berbeda-beda. Seorang siswi SMK di Bogor tewas mengenaskan setelah ditusuk oleh seorang pria. Korban ditemukan tewas tergeletak bersimbah darah dan masih mengenakan seragam sekolah. Korban bernama Andriana Yubelia Noven Cahya Rezeki.

Pelajar SMK Baranangsiang, Kota Bogor ini ditusuk di Gang belakang Masjid Raya Bogor, Jalan Riau RT 4/3, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur. Korban dipastikan meninggal dunia karena tusukan senjata tajam. Lukanya pun berdiameter lebar 3 cm dan dalam 22 cm di dada kiri.

Dalam rekaman cctv yang beredar di media sosial. Terlihat jelas jika pelaku yang diduga masih berusia muda dengan penuh tato di lengan kanannya ini menunggu korban datang. Sesekali pelaku menyembunyikan tangan ke belakang saat bertemu orang lain. Saat melihat Andriana tiba, pelaku langsung menghampiri dan memastikan jaraknya sudah dekat. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menusuk korban dan lari ke arah korban semula datang.

Aksi ini pun menuai kecaman dari sejumlah warganet yang menyaksikan kekejamannya pelaku di rekaman cctv. Ada yang beranggapan jika pelaku harus segera ditangkap dan diberikan hukuman mati biar jera. Pelaku pun diperkirakan berusia sekitar 18-19 tahunan. Dan sampai saat ini pelaku masih belum ditemukan. Satreskrim Polresta Bogor pun masih terus melakukan penyidikan.

https://www.youtube.com/watch?v=b7GeEnZPnRg

Bahkan, ada netizen yang menyarankan kepada aparat untuk mengecek hanphonenya. Mulai dari panggilan keluar, whatsap, hingga media sosial seperti facebook dan Instagram. Karena menurutnya, terkadang korban dan pelaku suka melakukan interaksi lewat media sosial sebelum terjadi pembunuhan. Sampai saat ini motif pembunuhannya pun belum diketahui, tapi satu hal yang pasti asumsi keluar yaitu tak lain masalah asmara.

Kini Andriana Yubelia (18) sudah pergi. Wanita yang dikenal sosoknya ceria ini pun sudah tidak bisa lagi mengejar cita-citanya yaitu menjadi seorang desainer dan studi di Jerman. Bahkan sang ayah, Yohanes Bosco Wijanarko pun mengatakan jika putrinya sudah tiga tahun sekolah di SMK tersebut dan akan lulus sebentar lagi.

Keinginan netizen agar pelaku dihukum seberat-beratnya seperti tidak bisa terwujud. Soalnya, tersangka yang berada di bawah umur itu tidak bisa dihukum mati atau dihukum penjara seumur hidup. Sesuai kesepakatan internasional yang sudah diakui Indonesia, tersangka hanya bisa dihukum penjara di bawah 20 tahun.

Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Tindak Pidana oleh Anak. Jadi ada kemungkinan jika pelaku ditangkap akan dipenjara, hanya saja tidak bisa dan tidak boleh lebih dari 20 tahun penjara.

Semoga pelakunya cepat tertangkap dan diberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya. 

Setuju gak uu perlindungan anak direvisi, agar pelaku pembunuhan sadis bisa dijerat hukuman yang berat?
Setuju
Tidak setuju
19208 votes

Komentar (69)

Fresh