Kenapa Vanessa Angel Gak Bisa Dihukum? | OPINI.id
Kenapa Vanessa Angel Gak Bisa Dihukum?

Prostitusi artis di tahun 2019 terjadi lagi. Kali ini Aktris Vanessa Angel dan model majalah dewasa Avriellia Shaqqila ditangkap polisi terkait prostitusi online di Surabaya. Ironisnya, saat ditangkap, Vanessa Angel sedang berhubungan intim dengan pria yang merupakan konsumennya alias pria hidung belang.

Penangkapan dirinya diawali oleh laporan masyarakat. Masyarakat ada yang memantau lewat medsos dan ada transaksi elektronik. Selain VA dan AS, polisi juga mengamankan 2 orang lagi yang diduga mucikari dan juga pihak manajemennya. Harga kencan dengan Vanessa terbilang fantastis. Untuk sekali kencan dengannya, harus merogoh kroscek sebesar Rp 80 juta sedangkan Avriellia hanya bertarif Rp 25 juta.

Anehnya ditengah kehebohan ini, justru Vanessa Angel dan Avriellya justru tidak terjerat hukum dengan kegiatan prostitusi onlinenya. Bahkan, mereka pun sudah dibebaskan dan hanya diberikan kewajiban untuk wajib lapor sekali dalam sepekan. Namun, polisi tetap membuka kemungkinan perubahan status dari saksi korban menjadi tersangka pada kedua artis tersebut jika nantinya ditemukan bukti lain.

Berbeda dengan kasus-kasus prostitusi online lainnya. Seperti yang terjadi di Sidoarjo beberapa waktu lalu. Ada kasus seorang suami yang menjual istrinya lewat media sosial untuk beradegan ranjang threesome. Dalam kasus ini, Terdakwa penjual istri untuk threesome bernama Saifullah, divonis majelis hakim PN Sidoarjo yang diketuai Lee Sony dengan hukuman pidana penjara 4 tahun 6 bulan, denda Rp 120 juta, subsider 3 bulan kurungan penjara.

Sedangkan Fichrul dijatuhi kurungan penjara 4 tahun kurungan penjara, denda Rp 120 juta subsider 1 bulan penjara.Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang menuntut 6 tahun penjara, denda Rp. 120 juta subsider 6 bulan. Kedua terdakwa terbukti nyata telah menjual istrinya melalui media sosial.

Lantas kenapa pelanggan dan pekerja seks komersial sebagiannya ada yang lolos dari jeratan? Itu dikarenakan tidak ada ketentuan perundang-undangan yang mengatur hal tersebut. Kepolisian hanya bisa menetapkan sang mucikari saja dengan  Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang alias human trafficking.

Kamu setuju gak kalau pelaku dan konsumennya juga harus dipenjara?
Setuju banget biar kapok
Gak setuju
989 votes

 

Komentar (1)

Fresh