BMKG Pasang Alat InaSEIS di Selat Sunda | OPINI.id
BMKG Pasang Alat InaSEIS di Selat Sunda

Guna memantau adanya tsunami di Selat Sunda, Badan  Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memasang alat peringatan dini tsunami di sekitar Gunung Anak Krakatau. Teknologi tersebut berupa sensor pemantau gelombang dan iklim.

Alat ini dipasang di Pulau Sebesi yang jaraknya cukup dekat dengan Gunung Anak Krakatau dan bisa langsung terhubung ke server Automatic Weather Station (AWS) Rekayasa di BMKG.

Pascabencana 22 Desember lalu, BMKG merintis sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng Gunung Anak Krakatau yang dinamai Indonesia Seismic Information System (InaSEIS). Sistem ini beroperasi di Selat Sunda dan berbasis pemantauan intensitas gempa skala lokal.

BMKG menegaskan, hingga saat ini, di dunia belum ada sistem peringatan dini tsunami akibat longsoran lereng vulkanik. Namun, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono mengatakan BMKG merancang permodelan mandiri dan berharap sistem yang dirintis ini dapat memberikan manfaat pada peringatan dini tsunami di Selat Sunda.

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita menyebut bahwa BMKG bekerjasama dengan berbagai pihak, telah membangun sebuah sistem peringatan dini tsunami yang diakibatkan oleh gempa tektonik yang disebut dengan InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) sejak tahun 2006.

Nantinya alat tersebut akan bekerja memantau pergerakan gelombang dan cuaca yang disebabkan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jika ada gelombang yang mengalami fluktuasi tinggi, sensor akan mengirim sinyal ke pusat data yang terhubung. Secara pararel akan mengabarkan BMKG Jakarta, BPBD, dan Polda, informasi ini akan diketahui lebih cepat jika ada gelombang tinggi seperti tsunami, jadi ada peringatan dini lebih cepat untuk masyarakat.

Apakah alat rintisan BMKG ini bisa memberikan informasi lebih cepat dan akurat?
BIsa
Mudah-mudahan bisa
Ga bakalan bisa
73 votes

Komentar

Fresh