Uniknya Buah Hasil Rekayasa Genetik | OPINI.id
Uniknya Buah Hasil Rekayasa Genetik

Teknologi rekayasa genetika merupakan inti dari bioteknologi dan rekayasa genetika merupakan proses memanipulasi atau melakukan perubahan susunan asam nukleat dari gen atau menyelipkan gen baru ke dalam organisme penerima. Rekayasa genetika bisa dilakukan pada hewan, tumbuhan, bahkan pada manusia.

Rekayasa pada tumbuhan, atau tanaman penghasil buah, memiliki tujuan untuk meningkatkan produksi dan mutu produk, agar tahan lama, meningkatkan kandungan gizi, tahan terhadap serangan hama, dan penyakit tertentu. Yuk, simak tujuh jenis buah hasil rekayasa genetika:

  1. Pluots

Pluots merupakan buah hasil rekayasa genetika dari buah plum dan apricot. Pluots terkenal dengan rasanya yang sangat manis dan juga memiliki tekstur kulit yang lembut. Memiliki kandungan vitamin c tinggi, serta mengandung lycopene yang antioksidan, anthocyanins, potassium, dan lutein, juga dikenal sebagai buah yang tidak memiliki natrium, zat yang bisa meningkatkan kadar kolesterol. Karena itulah pluots dianggap sebagai buah sehat, tidak memiliki efek negatif bagi siapa saja yang mengkonsumsinya.

  1. Tomat Ungu

Tomat kini bisa menjadi sayuran yang lebih lezat dan dua kali lebih tahan lama kesegarannya. Hal ini bisa terjadi setelah mengalami rekayasa genetika, tomat bisa berumur lebih panjang dengan warna yang tidak lagi merah, melainkan ungu. Kelebihannya selain lebih tahan lama dari asalnya 21 hari menjadi 48 hari, juga memiliki kandungan nutrisi lebih baik. Salah satunya karena kandungan anthocyanin yang terkandung dalam tomat.

  1. Jerpaya

Merupakan buah hasil rekayasa genetika yang dihasilkan oleh orang Indonesia. Tanaman jeruk dengan buah berbentuk pepaya ini disebut jerpaya. Kulitnya berpori seperti jeruk, isinya berupa jeruk beserta bijinya, namun daging buahnya padat seperti pepaya putih. Rasanya juga seperti jeruk. Konon, buah ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

  1. Cucamelon

Cucamelon merupakan buah hasil rekayasa yang sungguh luar biasa, karena melibatkan tiga jenis buah, semangka, mentimun dan jeruk nipis. Ukuran buah seperti anggur, namun terlihat seperti semangka mini, dan rasanya seperti mentimun dan jeruk nipis. Tanaman penghasil cucamelon bisa dikembangkan dengan mudah. Bahkan bisa ditanam dalam pot dan di luar ruangan. Kelebihan dari cucamelon sangat kebal terhadap hama, tahan kering. Tanaman buah ini berasal dari Meksiko, dan sudah ada sejak berabad-abad. Cucamelon bisa dikonsumsi dalam berbagai cara, baik dikonsumsi langsung, dicampur salad, atau dicampur sebagai bahan koktail.

  1. Peacotum

Buah hasil rekayasa yang satu ini juga perpaduan dari tiga jenis buah, peach, apricot, dan plum. Sepintas buah yang dinamai peacotum ini jika dilihat dari luar seperti tomat. Namun jika dibelah buah ini lebih menyerupai plum. Sedangkan tekstur dari buah ini menyerupai apricot.

Peacotum memiliki kadar terpenoid lebih tinggi yang berguna sebagai antimikroial, pestisidal dan antifungal, sehingga buah ini memiliki daya tahun lebih lama. Bahkan kini peacotum tengah dikembangkan lebih jauh lagi, karena antioksidannya sangat besar. Yang utama cara penanaman dan pengolahannya terbilang mudah dan cepat menghasilkan.

  1. Lematos

Tomat yang memiliki aroma buah lemon dan bunga mawar. Tomat trensgenik ini mengubah gen basil jeruk, ocimum basilicum, menjadi enzim pembuat aroma baru, yakni geraniol synthase. Lematos memiliki warna merah muda yang dipengaruhi setengah lycopen. Sedangkan tomat konvensional mengandung lycopen seluruhnya. Untuk mengimbangi kadar rendah dari lycopen, lematos memiliki kadar terpenoid lebih tinggi yang berguna sebagai antimikroial, pestisidal dan antifungal, sehingga lematos memiliki daya tahan lebih lama.

Walaupun memiliki kandungan hampir sama dengan buah alami, para peneliti meminta tetap harus hati-hati mengkonsumsi lematos, karena masih terdapat beberapa kandungan yang bisa berbahaya bagi kesehatan.

  1. Grapple

Grapple merupakan hasil rekayasa antara apel dan anggur. Buah ini masih berbentuk apel, namun memiliki tekstur seperti anggur. Sedangkan rasanya merupakan campuran dari rasa kedua buah. Setelah mengalami rekayasa genetika, keunggulan dari grapple tidak hanya memiliki rasa baru, tapi kandungan nutrisi yang ada di dalamnya juga mengalami peningkatan. Grapple memiliki dosis vitamin c sangat tinggi, melebihi kandungan yang dimiliki apel dan anggur.

Namun dalam merekayasa genetika, untuk menghasilkan grapple tidak bisa dilakukan sembarangan. Untuk buah apel merupakan pilihan dengan kualitas yang cukup baik. Sementara anggur dipilih jenis tertentu, disesuaikan dengan rasa yang akan dihasilkan. Gen anggur yang dimasukkan pada apel akan sangat berpengaruh kuat terhadap rasa yang dihasilkan.

Apakah kamu pernah mengonsumsi salah satu dari buah hasil rekayasa genetik ini?
Pernah
Belum pernah
Mungkin, suatu saat nanti
120 votes

Komentar

Fresh