Kejadian Bencana Alam di Indonesia Tahun 2018 | OPINI.id
Kejadian Bencana Alam di Indonesia Tahun 2018

Tak terasa tahun akan segera berganti, yang lama telah jadi kenangan dan yang baru akan menjadi rancangan. Seperti juga beberapa kejadian bencana yang dialami di tahun 2018, menghadirkan duka yang mendalam sekaligus kenangan, namun menjadikan kita semakin meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian.

Berikut ini beberapa bencana yang terjadi di Indonesia pada tahun 2018:

  1. Gempa Bumi Banten, Januari

Pada 23 Januari 2018, gempa berkekuatan 6,1 magnitudo menguncang Kabupaten Lebak, Banten dengan dan merusak lebih dari 8.500 bangunan. Saking dasyatnya, gempa tersebut juga dirasakan pada beberapa wilayah di sekitarnya seperti Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah.

  1. Tanah Longsor Brebes, Februari

Bencana geologi berupa tanah longsor terjadi di Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dampak dari tanah longsor ini menyebabkan 14 orang meninggal dunia, 15 orang dinyatakan hilang, dan korban luka 14 orang. Luas longsor mencapai 16,8 hektar, dengan panjang longsoran dari mahkota longsor sampai titik terakhir sekitar 1 kilometer.

  1. Gunung Sinabung Meletus - Februari

Masyarakat di kawasan Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi saksi amukan Gunung Sinabung. Pada 19 Februari sekitar pukul 08.53, gunung mendadak meletus dengan hebat. Kabarnya, letusan tersebut merupakan yang terbesar sepanjang 2018. Ketinggian letusannya mencapai lima kilometer, tidak ada korban jiwa.  

  1. Gempa Lombok- Agustus

Pada bulan Juli 2018 (5/8/2018), gempa yang bermagnitudo 7,0 mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa yang berpusat pada di 8,37 LS dan 116,48 BT, dan berada pada 18 kilometer barat laut Lombok Timur dengan kedalaman 15 kilometer menyebabkan 564 orang yang meninggal dunia, 42.239 rumah, dan 458 sekolah rusak.

Taman Nasional Gunung Rinjani juga mengalami dampaknya, yaitu terjadi longsor di kawasan Gunung Rinjani yang mengakibatkan seorang pendaki meninggal. Jalur pendakian pun ditutup hingga 19 November 2018 setelah berhasil mengevakuasi 1.226 pendaki.

  1. Kebakaran Gili Lawa - Agustus

Peristiwa terbakarnya Gili Lawa yang terjadi pada Rabu (1/8) sekitar pukul 19:00, penyebab (kebakaran) karena adanya gesekan ranting pohon dan situasi di padang savana yang mengalami kemarau panjang. Akibatnya, percikan api yang kecil dari savana bisa membakar area tersebut. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun sekitar 10 hektare padang savana Gili Lawa hangus terbakar.  

  1. Kebakaran Bromo - September

Sekitar 65 hektare kawasan Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dilanda musibah kebakaran. Musibah yang terjadi pada Senin (3/9) tersebut diduga karena ulah masyarakat setempat.

  1. Tsunami di Sulawesi Tengah - September

Kawasan Palu, Donggala, Sigi, dan beberapa wilayah di Sulawesi Tengah diporakpondakan akibat tsunami, gempa besar, dan likuifaksi pada 28 September. Berdasarkan data BNPB, total 2.201 orang meninggal dunia, 1.373 hilang, 4.438 mengalami luka-luka, 221.450 jiwa mengungsi, dan 68.451 unit rumah rusak. Diperkirakan kerugian materialnya mencapai lebih dari Rp13,82 triliun. 

  1. Letusan Gunung Soputan, Oktober 2018

Para Rabu, (3/10/2018) Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara, meletus. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 4.000 meter di atas puncak kawah atau 5.809 meter di atas permukaan laut.

  1. Letusan dan Tsunami Krakatau, Desember 2018

Siapa yang menyangka kalau tsunami bisa terjadi di wilayah perairan yang relatif sempit atau selat?  Tsunami tersebut terjadi di beberapa titik, seperti Pantai Anyer, Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, Lampung, dan sekitarnya. Data sementara mencatat 426 orang meninggal dunia, korban luka-luka mencapai 7.202 orang, 23 orang masih dinyatakan hilang dan jumlah pengungsi mencapai 40.386 orang.

Komentar

Fresh