Tsunami Anyer dan Fakta Menakutkan Gunung Krakatau | OPINI.id
Tsunami Anyer dan Fakta Menakutkan Gunung Krakatau

Indonesia kembali berduka setelah Palu diguncang gempa dan tsunami, kali ini Anyer diterjang tsunami. Gelombang tsunami ini terjadi di Selat Sunda, Lampung dan Provinsi Banten pada 22 Desember 2018. Penyebabnya adalah aktivitas Gunung Anak Krakatau. Seperti diketahui, Gunung Anak Krakatau adalah gunung yang masih aktif hingga sekarang, walaupun gunung Krakatau sudah hancur akibat letusannya sendiri.

Letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada tahun 1883 jadi salah satu letusan vulkani paling mematikan dalam sejarah. Seperti dilansir dari Departemen Ilmu Geologi, San Diego State University. Letusannya mengakibatkan 36.417 korban jiwa di tahun 1883, menakutkan bukan? Hujan abu panas dari krakatau pun membunuh ribuan orang, bisa dipastikan dahulu ada ribuan orang meninggal di Sumatera dan hampir tidak ada korban selamat di Pulau Sebesi.

Bahkan kota Merak yang ada di Banten pun hancur oleh tsunami. Banyak mayat korbang mengambang di lautan selama berbulan-bulan. Tsunami ini muncul akibat aliran piroklastik di lautan. Bahkan gelombang tsunami kecil muncul loh di sebuah selat di Inggris. Letusan Krakatau tak hanya menghancurkan dirinya sendiri tapi juga beberapa gugusan dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Akibat letusan dahsyatnya, terjadi perubahan iklim global. Bisa dipastikan pada saat itu suhu bumi turun hingga 1,2 derajat celsius. Cuaca pun kacau hingga bertahun-tahun. Sementara itu, suhu tak kembali normal hingga 1888. Curah hujan di California Selatan dan Los Angeles pun meningkat.Itu karena letusan Gunung Krakatau menyumbangkan gas sulfur dioksida (SO2) yang luar biasa tinggi ke lapisan stratosfer. Kemudian senyawa ini disebarkan oleh angin ke seluruh planet dan meningkatkan asam sulfat (H2SO4).

Dan yang paling menakutkan lagi, letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 membuat langit di seluruh dunia menjadi gelap selama bertahun-tahun. Ini semua terjadi akibat abu yang bertebaran di seluruh dunia. Letusannya juga memiliki dentuman suara paling besar dalam sejarah, yang mampu menghancurkan gendang telinga sampai jarak 64 km. Bahkan suaranya sendiri sampai memutari bumi 3,5 kali.

Kira-kira Krakatau akan meletus lagi gak ya?
Bisa aja terjadi
Gak mungkin
830 votes

Komentar (1)

Fresh