Lidah Mertua, Tanaman Penyerap Polutan | OPINI.id
Lidah Mertua, Tanaman Penyerap Polutan

Lidah mertua, meski namanya terkesan lucu, tapi tanaman ini memiliki kelebihan dibanding tanaman lainnya yaitu dapat menyerap bahan beracun seperti karbondioksida, benzene, formaldehydem dan trichloroethylene.

Lidah Mertua memiliki nama latin Sansevieria. Nama Sansevieria ini diambil dari nama belakang penemunya, yaitu Prince of Raimond de Sansgnio de Sanseviero. Ia seorang bangswan dari Italia. Pada tahun 1794, Nama Sanseviero tersebut diubah oleh Carl Peter Thunberg menjadi Sansevieria.

Baca juga:

    Tanaman ini dapat di tanam di dalam maupun di luar ruangan, tak hanya itu, semua jenis tanaman yang masuk dalam keluarga Sansevieria memiliki kemampuan menyerap gas polutan (gas udara yang berbahaya).  

    1. Menyerap Racun. Satu tanaman ini yang ditanam di dalam pot, sangat ampuh untuk menyerap racun/polutan udara dan menyegarkan bagian dalam ruangan dengan luas sampai 100 m3. 

    2. Menyerap Radiasi. Meletakkan tanaman lidah mertua  atau jenis Sansevieria lainnya dekat dengan peralatan elektronik seperti TV atau Laptop, dapat menyerap radiasi gelombang eletromagnetik yang ditimbulkan pada mata. Sehingga dapat melindungi mata dari kerusakan optik. 

    3. Mengatasi Sick Building Syndrome. Jika dalam suatu ruangan penuh dengan orang-orang yang memiliki kandungan karbondioksida, nikotin, dan efek penggunaan pendingin ruangan atau AC yang ekstra dingin, maka lidah mertua wajib hadir di dalam ruangan dengan kondisi seperti ini.  Pasalnya, lidah mertua berguna sebagai obat dan membantu mengatasi gejala sick building syndrome yang sering dirasakan seperti: mual, pusing, hidung berair, mata perih, hingga muntah, melalui proses penyerapan polutan yang dilakukan tanaman ini.

    Di Jepang tanaman jenis ini dimanfaatkan masyarakat untuk membuat anyaman, pasalnya serat daunnya yang kuat dan lembut hingga bisa dibuat tas atau wadah menyimpan barang-barang. Sementara menempatkan tanaman ini di dalam rumah bisa menghilangkan bau dari perabotan rumah tangga.

    Sedangkan di Korea memanfaatkan tanaman ini sebagai penghalau polusi hingga radiasi. Sementara, di Thailand, ekstrak Sansevieria dikembangkan menjadi obat kanker. 

    Bahkan Sansevieria juga menjadi obyek penelitian Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk penyaring dan pembersih udara di stasiun angkasa luar. NASA merekomendasikan untuk menempatkan sekitar 15-18 tanaman dalam wadah berdiameter 6-8 inchi di setiap 1.800 kaki persegi ruangan atau rumah.

    Apakah kamu pernah mengalami sick building syndrome saat bekerja diruang tertutup?
    Pernah
    Kadang-kadang
    Ga pernah
    54 votes

    Komentar

    Fresh