Gunung Soputan Erupsi, Penerbangan Masih Aman | OPINI.id
Gunung Soputan Erupsi, Penerbangan Masih Aman

Sejak Minggu, (16/12/2018) hingga Senin (17/12/2018) pagi, Gunung Soputan di Sulawesi Utara mengalami erupsi. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, erupsi masih berlanjut dengan ketinggian abu sekitar 8.800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Hingga Senin pagi, Gunung Soputan masih terus mengeluarkan abu vulkanik, bergemuruh, dan tremor. Area yang dinyatakan terdampak yaitu pada radius 4 km dari puncak Gunung Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat daya sejauh 6,5 km.

Baca juga:

    Namun dampak erupsi ini tidak menganggu jadwal penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado yang masih relatif aman. Saat ini abu vulkanik mengarah ke Selatan, sehingga Bandara Sam Ratulangi Manado masih dalam kondisi aman, karena bandara terletak di Timur Laut dari gunung.

    Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Sam Ratulangi Manado menjelaskan, dalam penerbangan setiap unsur pada debu vulkanik sangat berbahaya tanpa melihat warna. Dalam kaitannya dengan penerbangan info terpenting yang dibutuhkan adalah arah pergerakan sebaran debu dan ketinggiannya.

    Meski begitu, untuk keterangan warna tetap harus dipahami, karena ini merupakan gambaran level/tingkat aktivitas dari gunung tersebut seperti ada warna hijau, kuning, orange, red (bahaya level tertinggi).

    Seperti diketahui, Gunung Soputan di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara (Sulut) kembali erupsi, pada Minggu (16/12/2018), pukul 08:57 WITA dengan tinggi kolom abu teramati 7.500 meter di atas puncak Gunung (± 9.309 meter di atas permukaan laut).

    Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya. Saat ini Gunung Soputan berada pada Status Level III (Siaga).

    PVMBG mengimbau warga agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dari puncak gunung Soputan dan dalam wilayah sektor arah barat-baratdaya sejauh 6,5 kilometer, yang merupakan daerah bukaan kawah, guna menghindari ancaman leleran lava dan awan panas guguran.

    Apakah kamu sudah tahu cara menyelamatkan diri jika gunung alami erupsi?
    Tahu dong
    Ga penting
    Belum tahu
    37 votes

    Komentar

    Fresh