4.162 Jagoan IT Berebut 480 Juta di Finhacks | OPINI.id
4.162 Jagoan IT Berebut 480 Juta di Finhacks

Gelaran acara Finhacks 2018 DataChallenge akhirnya kelar juga. Demo day jadi rangkaian akhir para jagoan IT untuk tunjukkan karya mereka soal olah data. Tiga tim rebut juara dari 15 finalis di 3 kategori yaitu Credit Scoring, Fraud Detection dan ATM Cash Optimization. Sebelumnya mereka saingan sama ribuan peserta lainnya loh. Siapa aja sih para jagoan IT yang dapat hadiah dari BCA ?

Baca juga:

    Jagoan IT Yang Jadi Juara di Finhacks 2018

    Di tahap akhir yaitu demo day jadi ajang yang paling sengit. 15 finalis adu konsep gagasan soal sistem big data yang mereka presentasikan ke juri. Gak mudah buat sampai pada tahap yang paling bikin tegang ini. Bayangin mereka harus bersaing sama 4.162 peserta lain di babak sebelumnya. BCA beri hadiah total 480 juta rupiah untuk para finalis yang terbagi dalam 3 kategori.

    Jagoan IT yang juara 1 di kategori Credit Scoring adalah tim 4.5 Namun Tetap Keren. Model yang mereka buat bisa bikin proses preprocessing data, cleansing dan pemodelan oleh kalangan industri bisa dilakukan dengan lebih efisien dan mudah. Machine learning mereka juga bisa lakukan credit scoring dengan akurasi 86,6%. Atas upaya terbaiknya mereka dihadiahi 80 juta rupiah.

    Nah sedangkan buat juara 1 di kategori fraud detection yaitu tim exB202. Model yang mereka kembangkan dapat diterapkan dengan computer resource yang minimal. Kalo udah begini biaya buat penerapannya otomatis akan jadi lebih bisa ditekan. Selain itu, bagi perusahaan karena mitigasi yang lebih tepat dan akurat so control internal perusahaan walhasil bisa lebih baik. 

    Sedangkan di kategori ATM cash optimization ada tim Dilan yang jadi juara 1. Dilan kembangin sistem yang membantu prediksi yang lebih akurat supaya biaya operasional pengantaran dan penyimpanan uang di ATM bisa jadi lebih efisien.

    BCA Ajak Jagoan IT Kembangin Big Data

    Sadar akan kegunaan big data Bank BCA beri kesempatan ke data scientist muda dalam Finhacks 2018 #DataChallenge. Kompetisi ini juga bentuk BCA kembangin potensi anak bangsa dalam bidang big data. “Melalui Finhacks 2018 #DataChallenge, kami yakin bakat terbaik dari para data scientist di Tanah Air dapat terjaring sehingga para talenta terbaik ini mampu berkreasi secara maksimal dengan data dan mengeksekusinya hingga menjadi rumusan solusi di bidang perbankan,” kata Jahja Setiaadmaja Presdir BCA.

    Rangkaian acara udah dimulai dari bulan Agustus 2018. Mulai dari online pre-assesment test sampai ke tahap final yaitu demo day. 4.162 peserta diseleksi secara ketat hingga sampai 15 finalis dibagi 5 dalam 3 kategori. Tiga kategori yang dipertandingkan ada credit scoring, fraud detection dan ATM Cash Optimization.

    Armand Wahyudi Hartono bilang 3 kategori ini dipilih karena jadi masalah utama di bidang pengolahan data. “Ragam problematika di bidang pengolahan data harus diatasi dengan cepat dan cermat. Lewat kompetisi di tiga kategori fraud detection, credit scoring dan ATM cash optimization, kami berharap peserta Finhacks 2018 #DataChallenge mampu pecahkan  problem tersebut dari data yang diolah,” kata Wakil Presiden Direktur BCA itu.

    Finhacks #DataChallenge Ajang Ngumpul ‘Geek’ IT

    Pagelaran acara Finhacks 2018 #DataChallenge ini bukan cuma ajang unjuk gigi pertandingkan sistem big data dari para jagoan IT. Finhacks 2018 #DataChallenge jadi wadah data scientist muda di Indonesia untuk berbagi dan belajar olah data.

    Buktinya, terdapat gelaran workshop di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. 330 peserta dari dari 3 kota berbagi ilmu dengan dedengkot IT dari Traveloka, Microsoft, Algoritma, Tirto.id, Media Kernels dan BCA. Sudah gak diragukan lagi perusahaan-perusahaan start-up tersebut punya data scientist yang hebat.

    Di puncak acara demo day, gak cuma adu gagasan soal sistem big data dari para finalis. Demo day diisi dengan sesi diskusi panel dengan tema ‘Building a Great Data Culture’ yang dihadiri oleh Arman Hartono dari Wakil Presiden Direktur BCA, Crystal Widjaja selaku SVP Business Intelligence and Growth GO-JEK Indonesia dan Tushar Bhatia Head of Growth & Data Science Bukalapak. Mereka semua berbagi pengalaman kepada seluruh peserta dengan harapan teknologi big data di Indonesia dapat terus berkembang.

    Manfaat Big Data di Perbankan

    Perkembangan big data sudah dimanfaatkan oleh industri perbankan. Di bidang perbankan big data punya peran besar kumpulkan informasi nasabah.

    Yati Kurniati dari Bank Indonesia bilang kegunaan big data buat amati perilaku nasabah. “Big data punya info detail transaksi nasabah. Nah, dari situ kita bisa analisis risiko kredit, transaksi per minggu bahkan per tahun dan kebiasaan nasabah dalam berbelanja. Ini bisa permudah bank untuk beri pelayanan maksimal,” kata Direktur Eksekutif Departemen Statistik Bank Indonesia tersebut.

    Yati juga ngomong informasi nasabah dalam bertransaksi bisa terlacak. Ini sangat membantu perbankan dalam meminimalisir risiko kerugian dari perkreditan atau pinjaman bank. Terlebih data konsumen bisa  terintegrasi dengan akun sosial media nasabah.

    “Di sosmed nasabah juga bisa terintegrasi. Transaksi dia di bank di gabung dengan algoritma. Jadi bisa tau perilaku dari nasabah,”

    “Kegunaan big data ini bahkan udah digunakan oleh bank-bank bertaraf internasional lainnya,” imbuh Yati. 

    Big Data Bantu Kinerja Bank

    Itu baru salah satu manfaat big data di perbankan. Ternyata big data dalam bidang perbankan dan keuangan punya pengaruh yang cukup signifikan. Selain jadi bank informasi perilaku konsumen ternyata ada manfaat lainnya seperti optimisasi operasional.

    Optimisasi operasional pakai big data bisa tingkatkan prediksi tentang risiko keuangan suatu bank. Big data bantu para karyawan untuk lakukan analisis risiko dilakukan dengan cepat dan efisien. Seperti mendeteksi potensi fraud, pinjaman kredit yang macet dan berbagai manajemen bank lainnya.

    Gak cuma informasi soal nasabah, big data juga membantu bank mengetahui perilaku karyawannya. Jika teknologi big data terintegrasi dengan baik bisa ngelacak matriks performa karyawan.  Bahkan info performa karyawan bisa dilakukan secara real time. Gak perlu review tahunan buat pantau kinerja karyawan.

    Komentar

    Fresh