7 Alat Menggambar Paling Unik | OPINI.id
7 Alat Menggambar Paling Unik

Sumber daya alam yang ada di bumi ini memang luar biasa sekali ya teman-teman. Benda-benda seperti batu tulis, styli logam, arang, kapur, bahkan pahat. dan berlian pun bisa digunakan untuk menggambar.

Wah keren ya, ternyata alat untuk menggambar tidak hanya sekadar pensil, cat air, krayon, atau pensil warna. Biar lebih jelas lagi, ini dia penjelasan tentang 7 alat menggambar yang jarang kita ketahui.

1. Arang

Arang merupakan potongan kayu yang dibakar telah digunakan sejak era seni Prasejarah, ketika seniman paleolitik menghasilkan lukisan gua yang menakjubkan yang dapat ditemukan di Chauvet, Lascaux, dan Altamira.

Tradisi ini dipelihara oleh Old Masters, yang gambar arang persiapan untuk lukisan mural, panel, dan bahkan lukisan miniatur kadang-kadang dapat dilihat di bawah pigmen. Menggambar arang biasanya memberikan stroke (ketebalan garis) yang berpori dan tidak terlalu melekat.

Pensil arang runcing bisa menghasilkan garis yang sangat tipis. Bahkan jika menggunakan selebaran di permukaan, ia menciptakan bidang yang kencang. Menggosok dan mencoreng garis arang menghasilkan bayangan menengah yang redup dan transisi yang halus.

Karena sedikit perekatnya, arang sangat ideal untuk sketsa korektif, namun jika gambarnya harus dilestarikan, perlu dilindungi oleh fiksatif.

2. Kapur

Sejak awal abad ke-16, kapur batu, seperti yang ditemukan di alam, telah menjadi semakin populer dalam gambar seni. Sebagai bahan alami, kapur alumina memiliki berbagai tingkat kekerasan, sehingga stroke bervariasi dari sedikit granular (berpasir) hingga homogen padat dan halus.

Pencarian untuk kualitas seragam telah menyebabkan produksi kapur khusus untuk menggambar; yaitu kapur, yang setelah dilumatkan, dicuci, dan dibentuk menjadi tongkat yang nyaman, memungkinkan stroke yang lebih lembut, lebih teratur dan juga bebas dari partikel berpasir.

3. Pastel

Menggambar dengan pastel dapat menjadikan penyempurnaan warna yang lebih baik, ia terbuat dari bubuk pigmen dicampur dengan jumlah minimum pengikat non-berminyak. Ketika warna diterapkan pada kertas, mereka selalu terlihat segar dan cerah. Warna pastel dapat diterapkan dalam teknik linear langsung dengan krayon, atau ke area kertas langsung dengan jari-jari.

4. Titik Logam

Teknik titik logam telah digunakan dalam penulisan dan penggambaran sejak zaman dahulu, sehingga diperlukan sedikit imajinasi untuk menggunakannya juga dalam menggambar. Seniman menggunakan alat ramping (batang atau stylus) dari logam lunak murni, seperti timbal, perak, timah, tembaga serta berbagai paduan timbal dan timah.

Bahan yang paling umum digunakan adalah timbal lunak, yang bila digunakan pada permukaan halus menghasilkan garis abu-abu pucat; warnanya tidak sangat kuat, mudah dihapus, dan ideal untuk sketsa persiapan.

5. Titik Grafit

Pada akhir abad ke-16, sebuah media gambar baru muncul dan dengan cepat mengganti metalpoint untuk membuat sketsa dan menggambar awal. Dikenal sebagai titik grafit – atau “timbal Spanyol” sesuai tempat asalnya – medium gambar ini menarik popularitas yang meluas, walaupun karena konsistensi lembutnya, digunakan terutama untuk sketsa persiapan, bukan gambar otonom.

6. Pena

Fungsi pena tetap hampir tidak berubah selama beberapa ribu tahun. Efek kapiler dari ujung perpecahan, berlaku cairan gambar ke permukaan tanah (awalnya perkamen, papirus, vellum, tetapi sejak Abad Pertengahan Akhir, hampir secara eksklusif kertas) dalam berbagai jumlah tergantung pada saturasi pena dan tekanan yang diberikan oleh tangan bergambar.

Pena bulu ayam menawarkan kemungkinan artistik yang lebih luas. Sejak Abad Pertengahan akhir – pena bulu telah menjadi instrumen yang paling sering digunakan untuk menerapkan zat warna cair ke permukaan gambar.

Ujung pena pena bulu yang lentur, tersedia dalam berbagai kekuatan, memungkinkan skala sapuan individu yang relatif luas – dari garis-garis tipis yang lembut, seperti yang digunakan dalam sketsa persiapan untuk ilustrasi dalam buku-buku yang diterangi, hingga garis yang energik dan luas.

7. Kuas

Kuas ini ideal untuk mengaplikasikan pigmen pada permukaan datar (lukisan) tetapi kuas ini juga digunakan dalam menggambar sejak zaman prasejarah. Selain tinta gambar yang disebutkan di atas – semua yang telah digunakan bersama dengan sikat serta gambar pena – kuas juga telah dibuat dengan kombinasi cairan.

Salah satu teknik artistik paling umum yang digunakan dari seni Klasik Yunani ke Baroque adalah Sinopia, sketsa awal yang normal untuk lukisan mural yang monumental. Lukisan ini dibuat dengan kuas, sehingga punya semua karakteristik gambar persiapan.

So, ternyata seni menggambar itu nggak melulu pakai pensil, pensil warna, krayon, atau cat air, ya. Ada banyak banget alat menggambar yang ternyata bisa jadi media penyaluran bakat seni kamu.

Sumber: https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/your-life/ragam-alat-menggambar/

Penulis: Jan Wiguna

Komentar

Fresh