Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Autokritik Jangan Jadi Otokritik: Menengahi Dialektika Tebuireng

Di tengah riuhnya ucapan Selamat Harlah Pesantren Tebuireng, ada hal menarik membangun dialektika dari tulisan M Lutfi di opini.id

SEGAP Tv  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Di tengah riuhnya ucapan Selamat Harlah Lembaga Pendidikan istimewa yang menjadi pondasi awal sistem Pendidikan di Indonesia yaitu Pondok Pesantren, yakni peringatan berdirinya 122 Tahun Pesantren Tebuireng pada 3 Agustus 2021.

Selain ucapan, ada hal menarik yang menjadi pembahasan, terlebih santri atau masyarakat Pesantren Tebuireng. Berawal dari tulisan opini seorang teman penulis semasa mondok di Pesantren Tebuireng, yaitu Muhammad Lutfi berjudul “Barokah adalah Candu Santri dan Tebuireng Salah Satunya” yang ditulis di website opini.id pada 3 Agustus 2021. Disini penulis mencoba membahas lebih lanjut maksud dari dia dan mencoba menengahi hal ini agar tidak terjadi bola panas yang liar yang berkelanjutan. Penulis mencoba menengahi, tidak membela siapapun agar nantinya terjadi kepemahaman bersama, perspektif kolektif.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation