Opini.id
Pop Culture
Human Interest
Media
#sosial

Pariwisata Harus Bertahan di Tengah Badai Pandemi

Kebijakan pemerintah yang tepat dan proporsional sangat dinantikan oleh pelaku ekonomi pariwisata khususnya

widiatmoko  |  
Lonjakan Kasus Covid-19 Naik Saat Libur Panjang. Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

Salah satu sektor nasional yang mengalami kontraksi sebagai akibat Covid-19 adalah sektor pariwisata, berdasarkan rilis data BPS, terjadi penurunan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Pada Tahun 2020 terdapat 4,02 juta kunjungan dimana jumlah wisatawan mancanegara mengalami penurunan sebesar 75,03 persen dibandingkan pada Tahun 2019. Sebuah pukulan berat yang berdampak ke semua sektor pendukungnya juga seperti sektor transportasi dan sektor akomodasi, makanan dan minuman. Transportasi sebagai pendukung utama dalam pariwisata mengalami kontraksi paling dalam yaitu sebesar 15,04 persen sepanjang Tahun 2020 dan disusul akomodasi dengan kontraksi paling parah kedua yaitu 10,22 persen.

Secara regional pariwisata daerah pun setali tiga uang, tidak ada yang luput dari imbas pandemi yang saat ini telah memasuki masa perpanjangan PPKM level 4 Jawa Bali. Berat dan tertatih-tatih untuk mencoba terus bertahan ditengah badai pandemi. BPS D.I Yogyakarta mengumumkan bahwa tak ada satupun wisatawan mancanegara yang masuk ke DIY melalui bandara International Yogyakarta selama Bulan Juni 2021. Masa-masa berat yang harus dilalui oleh pelaku bisnis disektor Pariwisata, Kota budaya sebagai warisan bangsa tak luput dari terpaan badai pandemi. Tercatat sejak Juli 2020 sampai dengan Juni 2021 kunjungan wisatawan mancanegara dilaporkan Nihil. Padahal perekonomian harus berjalan dan kesehatan juga harus terdepan.

Baca Selengkapnya
Add comment
DITULIS OLEH
Mau menayangkan konten kami? Cek  
Panduan Republikasi
Recommendation